Sebagai orang muslim kita harus yakin bahwa tidak ada satu pun ciptaan Allah SWT yang sia-sia, meski mungkin saja belum tersingkap sama sekali apa manfaat dan kegunaannya. Setiap mahkluk di semesta ini punya tugas masing-masing bahkan setiap partikel terkecil di cosmos ini punya fungsi tersendiri. Artinya tidak ada mahkluk di alam ini kecuali punya misi yang sedang mereka jalani.

Lalu bagaimana dengan nyamuk? Mengapa harus hadir di dalam kehidupan ini? Keberadaan nyamuk di dunia sangat dinanti-nanti oleh pemangsa banyak binatang yang hidupnya bergantung pada nyamuk. Jika tidak ada nyamuk bisa jadi mereka mati kelaparan padahal para pemangsa nyamuk juga merupakan hidangan yang lezat bagi hewan-hewan yang lain yang lebih tinggi tingkatannya, begitu seterusnya mata rantai makanan di bumi ini. Siklus ini menjamin keberlangsungan hidup di bumi, nyamuk ikut berperan dalam menjaga keseimbangan hidup di bumi ini.

Lalu apa pentingnya bagi manusia? Nyamuk yang sering kita cela dan kita maki sebenarnya memberikan keuntungan yang sangat besar bagi kesejahteraan kita umat manusia. Penyakit-penyakit yang menimbulkannya mendorong manusia untuk mempelajari nyamuk dari makanan, produksi, siklus hidup, sampai mengapa gigitan nyamuk bisa menyebar maut.

Ilmu pengetahuan pun berkembang, manusia termotivasi untuk menemukan obatnya. Baik setelah mengatahui sebabnya atau sebelum mengetahuinya. Dengan begitu tak terhitung banyaknya orang yang hidupnya tergantung dari nyamuk. Hitung saja berapa banyak dokter yang hidupnya bergantung pada nyamuk, berapa banyak biologiawan yang bergantung pada nyamuk, berapa banyak pabrik yang keberlangsungannya bergantung kepada nyamuk, dan masih banyak lagi manusia yang hidupnya bergantung kepada nyamuk.

Nyamuk telah mampu mendorong ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Bukankah dengan adanya nyamuk manusia kemudian berhasil menemukan racun nyamuk? Dari yang alami berupa tumbuhan yang digunakan untuk mengusir nyamuk sampai ditemukannya senyawa kimia pembunuh nyamuk.

Advertisement

Bahkan manusia telah mampu menemukan senjata biologi untuk melawan nyamuk. Pabrik obat nyamuk pun berkembang pesat, dari obat nyamuk bakar sampai elektrik. Dari yang baunya kurang sedap sampai yang sangat sedap. Manusia terus mengembangkan obat nyamuk dan pepstisida yang aman dan ramah lingkungan.

Manusia terus mengembangkan obat penyakit yang disebabkan oleh nyamuk yang lebih manjur dan lebih aman. Temuan demi temuan dipublikasikan bahkan temuan-temuan yang lebih spektakuler pasti akan menunggu kita di kemudian hari nanti hingga akhir hayat.

Di balik tubuhnya yang mungil dan sederhana yang luar biasa lagi dari nyamuk adalah rancangan yang modernis dan minimalis pada tubuh hewan ini, nyamuk mempunyai kemampuan untuk mengetahui letak-letak pembuluh darah manusia. Nyamuk dibekali semacam alat pendeteksi panas yang bekerja seperti infra merah yang berfungsi memantulkan warna kulit manusia pada kegelapan menjadi warna ungu hingga terlihat olehnya.

Mata nyamuk mempunyai sensor yang mengetahui panas dan bau tubuh manusia. Mungkin nyamuk memandang manusia sebagai makhluk primitif yang harus rela memberikan sebagian darahnya untuk kelangsungan hidup mereka.

Di balik kesan tidak bersahabat, hewan ini memberikan kita pelajaran dan hikmah. Nyamuk merupakan ahli bedah yang sangat hebat. Manusia baru mengenal teknik pembedahan modern mungkin baru 1 atau 2 abad yang lalu sedangkan nyamuk sejak ribuan atau jutaan tahun yang lalu telah mengenal tehnik pembedahan modern.

Ketika kita merasakan gigitan nyamuk sebenarnya yang terjadi adalah nyamuk sedang melakukan pembedahan dengan cepat dan akurat, dimulai dari hinggap ke tubuh kita dan menempelkan mulutnya yang mirip sedotan disebut juga trombosis, lalu terdapat pisau yang merobek kulit kita dengan cara maju mundur hingga menemukan urat darah. Setelah itu baru menghisap darah.

Seorang bijaksana pernah berkata bahwa nyamuk betina menghisap darah manusia hanya untuk memperoleh protein dan darah yang dihisap bukan sembarang darah. Yang menakjubkan nyamuk mengambil darah manusia dalam jumlah yang sedikit hanya untuk mempertahankan satu generasi turunan saja.

Nyamuk yang mungil itu sadar bahwa "Keserakahan justru akan merugikan dirinya, perut membesar dan membuatnya sulit terbang, kelincahan pun kurang hingga mudah tertangkap oleh mangsanya". Beda dengan manusia yang punya sifat serakah, jika keuntungan di depan mata tak mudah untuk menahan diri meraup sebanyak-banyaknya. Bahkan sampai tega menghisap harta sampai tujuh turunan.

Lihatlah nyamuk, yang menghisap darah kita hanya nyamuk betina. Nyamuk pembawa penyakit demam berdarah (DBD) menghisap darah kita pada pagi hari sekitar jam 7 sampai jam 11 dan sore jam 3 sampai jam 5. Bukankah target nyamuk yang bertubuh kecil dan tampak sederhana itu hanya mengincar korbannya pada pagi hari saat orang-orang pemalas pada jam-jam produktivitas masih tertidur, bukankah dengan begitu nyamuk justru menggenjut kita agar semangat beraktivitas di pagi hari dan sore hari? Maha benar Allah SWT dalam firmannya:

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu, adapun orang-orang yang beriman maka mereka yang yakin bahwa perumpaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan. Dengan perumpaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpaan itu pula banyak orang yang diberinya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan oleh Allah kecuali orang-orang yang fasik (QS Al- Baqarah: 26)