Teruntuk kamu, yang hadirnya masih asing samar dalam sebuah perkenalan. Aku tak pernah tau bagaimana cara kita dipertemukan nanti. Yang aku tau dalam penantian ini aku selalu meminta tuhan menyertaimu dalam keadaan apapun. Kelak pada masanya, aku percaya sebuah pertemuan indah telah tuhan rencanakan untuk kita, hanya saja tuhan saat ini ternyata kurasa masih ingin merahasiakannya dengan baik padaku.

Tuhan mau kita sama sama memantaskan diri, sampai aku menjadi yang pantas untuk disandingkan denganmu nanti. Aku tau ini hanya soal waktu, aku perlu menunggu dan bersabar sedikit lagi saja untuk penantian ini. Hanya saja aku hanyalah wanita biasa, wajar bukan bila terkadang aku merasa resah dalam penantian ini? Ya, aku memang terlalu memakai perasaan untuk semua ini.

Aku hanya perlu meyakini bahwa kamu pun disana sedang memantaskan dirimu, aku percaya bahwa takdir tuhanku tak pernah salah pada akhirnya. Kamu dengar, bila memang sekarang ini belum saatnya, aku harap nanti bila saatnya tiba saat kamu merasa lelah dengan apa yang kamu cari, semoga memang aku akhir dari pencarianmu selama ini , semoga memang aku jawaban dari setiap doa doa panjangmu. Bila bukan saat ini, semoga nanti memang aku perempuan kedua yang kamu cintai dengan baik setelah ibumu.

Semoga memang aku perempuan yang akan kamu tunjukan dengan bangga pada orang orang terdekatmu nanti. Semoga memang aku perempuan yang kamu percayai untuk mendampingi hidupmu. Semoga pada masanya nanti tuhan dan semesta akhirnya mau mempersatukan kita. Saat ini aku hanya berharap tuhan selalu menjagamu dan menyertaimu. Seseorang yang aku harapkan menjadi penyempurna agamaku menggenapi separuh imanku. Semoga tuhan selalu menuntun niat baikmu untuk menujuku, seiring dengan segala doa doa baikku untukmu.