Gue bukan penikmat atau penyuka olahraga bola melainkan olahraga basket. Tapi setelah ada final Piala Presiden kemarin Gue jadi tertarik untuk nulis tentang olahraga yang digandrungi seantero bangsa Indonesia (apasih med). Oke waktu gue liat berita di portal www.sportsatu.com lagi heboh banget berita soal final Piala Presiden tersebut. dari mulai persiapan sampai hari H nya.

Berawal dari masalah suporter Persija Jakarta, The Jakmania tidak memperbolehkan final kompetisi tersebut di stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Alasannya adalah tim yang ikut dalam final tersebut adalah tim Persib Bandung. Otomatis nantinya suporter dari Persib Bandung akan berbondong – bondong datang ke stadion tersebut.

Tetapi akhirnya final tersebut di gelar juga di stadion GBK. Di hari H banyak kericuhan terjadi dimulai dari banyaknya suporter The Jakmania yang demo hingga bentrok dengan petugas polisi. Berikut adalah berita – berita aksi suporter The Jakmania pada saat final Piala Presiden 2015 kemarin.

1. Jakmania Tolak Final Piala Presiden yang Libatkan Persib di SUGBK

2. Ada Aksi Pendukung Persija di SUGBK

Advertisement

3. Kericuhan Terjadi Jelang Final Piala Presiden karena Provokator

Well, Gue gak ngerti sih awal dari mereka saling bentrok antar suporter. Mungkin berawal dari soal ejek hingga akhirnya masing – masing saling memanas. Menurut Gue mungkin inipun ada campur tangan dari pihak yang suka adu domba. Ayah Gue selalu bilang, orang Indonesia itu paling gampang untuk di adu domba. Diprovokasi sedikit langsung berkoar – koar marah – marah. Saling berantem saling debat.

Sedih ga sih liatnya? Mirisnya lagi adalah yang terlibat bentrok itu generasi muda. Coba deh bayangin kedepannya kalo kita dipimpin sama orang – orang yang gampang diadu domba? Pemrintah yang saat ini saja sudah tidak karuan, gimana nanti kedepannya?

Warga Indonesia mungkin memang harus lebih banyak belajar sabar, ikhlas, menghargai orang lain, bertanggung jawab dan lainnya. Yuk mulai dari sendiri belajar untuk kontrol emosi masing – masing, belajar untuk menghargai satu sama lain, atau yang lebih mudahnya mulai belajar buang sampah pada tempatnya. Hal – hal kecil seperti itu sangat mempengaruhi perilaku kita. Gak percaya? Coba buktikan =D

Pesan Gue sih cuma satu, bentrok, tawuran, berantem, itu bukan cara keren untuk menyelesaikan suatu masalah. Banyak yang bilang hal – hal anarki seperti itu adalah sikap anak kecil. Sebenarnya bukan yang menjadi poinnya, melainkan seorang anak kecil belum mengerti cara untuk mengontrol amarah sedangkan manusia dewasa sudah tahu caranya dan tau cara menanggapi informasi yang belum tentu benar adanya.

Jangan pernah terus mencoba untuk menjadi lebih baik, karena hidup itu adalah PROSES.