Apa yang salah dengan gelarmu yang sekarang ini sebagai jomblo? Apa yang membuatmu malu? Apa yang membuatmu masih bersedih? Apakah kamu malu dan sedih karena tidak punya kekasih? Tidak punya seseorang yang tiap hari bisa memperhatikanmu? Atau bahkan kamu kesepian?

Guys, harusnya kamu bersyukur! Harusnya kamu bahagia! Kenapa? Karena kamu sudah meninggalkan salah satu larangan-nya yaitu pacaran. Lagian, kalau dipikir-pikir, pacaran itu membuat kamu jauh dari teman dekat, lebih mengutamakan pacar dibanding teman. Lupa melaksanakan kewajiban-nya, bahkan untuk membelikan sesuatu ke pacar masih pakai duit orang tua. Astagfirullah, inilah yang harus membuat kamu malu guys. Inilah yang harus direnungkan sebelum menjalin kasih dengan seseorang yang dicintai.

Aku bukannya tidak setuju dengan pernyataan "saling mencintai satu sama lain". Tapi, toh jika dia benar-benar mencintaimu, benar-benar serius denganmu, dia tidak akan berani memacarimu. Tapi dia akan menunjukkan cintanya kepadamu dengan melamarmu untuk menjadi kekasih seumur hidupnya. Jadi, untuk wanita wanita yang masih bergelar jomblo, jangan malu ya! Jangan sedih! Teruslah memperbaiki diri untuk calon kekasih halalnya yang masih dirahasiakan-Nya.

Dan untuk laki-laki yang masih bergelar jomblo juga, jangan malu dan jangan sedih. Jika kamu benar benar mencintai seseorang, buktikan cintamu dengan lamaran untuk menikahinya. Bukan hanya janji-janji yang tak jelas yang membuat wanita merasa senang. Jangan takut tidak punya pacar. Tenang saja, kita diciptakan di dunia ini berpasang-pasangan. Bersabarlah menunggu waktu yang indah itu akan tiba. Janji Tuhan itu pasti. Janji manusialah yang tak pasti. Mulai sekarang, berhenti mengongkosi pacar dengan memakai uang orang tua. Ingat perjuangan orang tua kita yang bekerja sampai siang dan malam hanya untuk anaknya bukan untuk anak orang lain. Sayangi orang tuamu, hargai hasil jerih payahnya , gunakan uang sebaik baiknya, dan jadilah anak yang membagakn untuk orang tua di rumah. Jangan pernah merasa sendiri, ingat! Kita masih punya banyak teman, kita punya keluarga, dan punya Tuhan.