Dunia semakin menua. Rapuh, bahkan mungkin sudah osteoporosis hehe… Manusia yang hidup didalamnya juga pasti ikut menua, rapuh, di cekam ketakutan, apalagi dengan kematian. Padahal itu bukanlah hal yang perlu ditakutkan, karena suka atau tidak kita wajib merasakan nya. Ada satu hal yang harus kita miliki sebelum mati dan akan menjadi warisan tak ternilai untuk mereka yang kita tinggal kan.

Namanya kebijaksanaan. Sebuah nama yang tidak kita bawa sejak lahir, tapi bisa kita wariskan saat kita mati. Agar bisa mewariskan hal itu, kita temukan dulu dimana dia berada, dan bagaimana kita tahu kehadiran nya. Tapi ingat, harus punya keberanian baru bisa dapatin itu si bijaksana. Berikut ane kasih tahu alamat nya dimana dan cara mengetahui kedatangannya.

Dalam rasa sakit, kebijaksanaan datang dalam bentuk kesabaran.

Kita pasti pernah merasakan sakit. Namun dalam rasa sakit itu, kita sedang menerima kebijaksanaan tentang arti sabar. Bukan kah saat rasa sakit datang kita juga merasakan penderitaan? dan penderitaan itu sangat tidak enak. Kita hanya perlu memutuskan berani atau tidak menghadapi penderitaan itu. Setelah sambuh, kita akhirnya pasti lebih sabar dalam menghadapi apapun, bahkan terhadap orang yang menyakiti kita, karena kita sudah tahu rasa sakit hanya akan memberi penderitaan pada mereka, dan sabar memberi kebaikan pada kita.

"Rasa sakit akan mengajarkan seseorang untuk bijaksana sebelum dirinya menyakiti orang lain, karena dia tahu rasa sakit membawa penderitaan jika tidak di iringi kesabaran".

Advertisement

Dalam kegagalan, kebijaksanaan hadir dalam tekad

Saat kita gagal, kita merasakan seolah-olah tidak ada harapan. Padahal harapan selalu ada. Dia ada dalam tekad kita untuk bangkit kembali. Yang kita butuh kan adalah keberanian untuk menerima kegagalan itu. Saat kita menerimanya, kebijaksanaan akan datang dalam bentuk tekad dan menyadarkan kita untuk memulai kembali, bangkit kembali mengejar apa yang jadi impian kita. "Kenapa kita jatuh? agar kita belajar untuk bangkit kembali"

Saat penyesalan datang, kebijaksanaan muncul dalam bentuk kejujuran

Kita semua punya masa lalu yang kelam pastinya. Tak jarang masa lalu itu selalu menghantui langkah hidup kita, sekalipun kejadiannya mungkin sudah bertahun lalu. Hal ini terjadi karena kita tidak jujur kepada diri sendiri bahwa orang di masa lalu itu adalah kita sendiri. Kita tidak menerima kenyataan itu, mengingkarinya seolah itu bukan kita.

Kita harus menerima kenyataan masa lalu kita, kemudian akan datanglah penyesalan atas semua kejadian itu. Setelah penyesalan datang, kita menerima diri kita, baik dulu dan sekarang. Inilah bentuk kejujuran paling indah, jujur pada diri sendiri. Inilah awal kita untuk memperbaiki diri.

"penyesalan sebenarnya bukan tentang berapa banyak air mata yang tumpah, Tapi tentang jujur kepada diri sendiri bahwa anda ingin berubah jadi lebih baik"

Saat berada di titik terendah, kebijaksanaan lahir dari penyerahan diri kepada-Nya

Pernahkah anda berada di zona terendah dalam hidup anda? Saya pribadi pernah merasakan nya, dan itu hal yang benar – benar manakutkan. Kehilangan kepercayaan diri, tidak punya motivasi dalam melangkah, kesepian dan lain sebagai nya campur aduk jadi satu. Tapi akhirnya saya berhasil keluar dari zona itu karena penyerahan diri mutlak kepada-Nya. Titik terendah dalam hidup ada sangat banyak macam nya, Tapi muara nya satu, yaitu tidak bahagia. Penyebab nya juga hanya satu, kita menolak, tidak berani untuk berserah diri pada-Nya.

Berserah diri disini adalah rasa hormat, takut, dan percaya penuh atas semua yang menjadi ketetapan Nya. Selama kita tidak memiliki sikap berserah diri, selama itu pula kita tidak akan bahagia, sekalipun harta banyak, karir bagus, pasangan hidup ganteng atau cantik. Lalu apa yang menjadi ukuran bahagia atau tidak. Hanya satu, yaitu rasa syukur.

Apapun keadaan kita, bersyukur lah karena Tuhan tahu untuk saat ini itulah keadaan terbaik untuk kita. Bukankah sikap itu cerminan berserah diri. Jadi bila ada yang saat ini sedang tidak bahagia, itu karena anda sedang berada di titik terendah dalam hidup anda. Segeralah datang kepada-Nya, berserah diri lah, beranikan diri anda, karena Tuhan akan memberikan balasan berupa kebijaksanaan hidup melalui penyerahan diri anda tersebut.

"selalu ada campur tangan Tuhan dalam setiap hal yang kita alami. Kita hanya perlu menerima dan bersyukur, lalu berserah dirilah, karena Dia menyukai hal itu"

Akhirnya, warisan apa yang lebih berharga untuk kita tinggal kan bagi anak cucu kita kelak selain kebijaksanaan? Atau Emas permata?