"Sesungguhnya aku ingin berdamai, menjalani hidup kita, melayangkan mimpi kita yang sempat tertunda"

Sebenarnya aku saat ini masih mencintaimu. Dua tahun sudah berlalu, mungkin inilah saatku untuk melupakanmu, menghapus bayangmu dalam sangkar terdalam hatiku. Lembar-lembar baruku berserakan dalam hidupku itu demi janjiku utuk melupakanmu.

Kata-katamu Masih Terngiang di Benakku.

Kau selalu berkata bahwa bangkitlah dari mimpi-mimpi tidurku, melangkahlah dan jauhilah bayang -bayangku nmu masih terbang setinggi mungkin. dan kau juga berkata apabila suatu saat nanti kau temui seorang yang mampu menggemakan hatikmu. yakinlah bahwa itu aku namun dalam wujud gadis lain.

kau bilang bahwa cita citaku masih bersianar, impianmu masih ingin terbang tinggi. dan jika suatu saat nanti kau menemukan seorang anita yang mampu menggemakan hatimu. anggap saja bahwa itu aku yang berujud wanita lain.

dan pertanyaan mulai muncul di benakku. lalu engkau akan kemana setelah ini, apakah engkau kan kesana mencarinya? impian apa yang kau bawa nanti saat kau pulang? ikhlaskanlah hatiu menjadi seorang perawat atau dokter. saat bertemu nanti kaulah yang akan menghapus rasa sakitku.

Advertisement

Kau dengan lantangnya menjawab bahwa kau akan kesana, mencari belahanku yang dulu dipisahkan oleh waktu. aku pasti akkan membawanya pulang dengan gelar gelar kehormatan. dan aku akan akan mengabadikan diriku atas orang orang yang terkulai lemah, dan berharap suatu saat nanti kita tak usah bertemu ataupun berjumpa karena rasa dihatimu akan bersemi bahkan memberontak. lupakanlah aku, kepakkanlah sayap cintamu

Masih Banyak Gadis yang Lebih Dariku, Hanya Saja Kau Belum Menjelajahi Dunia Ini.

dalam penggembaraanmu nanti kau akan menemukan makna yang sesungguhnya, semangatlah pada bara benciku padaku. bergelolaklah bersama dengan api dendammu, pada lelaku yang aku cintai. perasaan enam tahunmu itu takusah kau kenanglagi. Biarlah ukiran namamu di puncak gunung Prau itu tersapu oleh perubahan hal. jangan tutup dirimu karena dalam dirimu ada peran ikut serta dalam merubah negeri kita yang sedang kacaaau balauu ini.

sudahlah kaupun oenah meyakini bahwa cinta tak bisa untuk dipaksakan dan bila kau memiliki cinta yang bisa dipaksakan itu, adakah keharmonisan dan ketentraman yang kau dapatkan. memang kau kan bahagia, namun seseorang yang kau paksakan itu akankah kau akan jamin bahagis selamanya?

kau menguasai makna-makna cinta , dan aku berharap bahwa kau akan mengajarkan makna cinta itu pda orang yang membutuhkannya.

Kau Masih Saja Melanjutkan Kata-Katamu

pergeserah hatiku disirami dengan pergeseran hujan kedamaian sempat aku berfikir bahwa seperti itulah peri-peri itu? dibalik kecantikannya, masih ada kelembutan didalam hatinya. inginku menyanggah semua ucapannya semakin lama ia berkata semakin lama aku merasakan hati yang damai.

"Mengapa cintaku jatuh di tempat yang salah?"

tidak mungkin lah cintaku ini benar benar berada di tempat yang damai.

Inilah Janjiku.

janjiku padanya telah terpenuhi yaitu untuk melupakannya, sesungguhnya aku ingin melupakannya dalam waktu yang masih sangat lama, karena saat aku mengenangnya, wujud lama sekolahkupun ikut ikut membayanginya.

kata cinta pertama yang aku lontarkan kepadamu, namun, itu hanya kenangan sampai disino ditempat ini dititik ini yang takkan pernah berlanjut lagi.