Bagi sebagian orang, main sosial media itu buang buang waktu. Sebenarnya, itu tergantung pola bersosial media masing-masing. Karena ada banyak manfaat saat kita memilih bijak dalam aktif di sosial media. Kenapa? Salah satu keuntungan kita memiliki satu account saja itu sudah sangat membantu. Selain dapat banyak informasi, kita juga bisa menjadi sosok yang menginspirasi lho!

Kenapa zaman sekarang lebih cepat seseorang menjadi selebgram? Banyak kisah pribadinya yang menjadi viral karena buah bibir para pengguna sosial media, ada pula karena keunikan pribadinya dan karena kebermanfaatan konten sosial medianya pula. Kamu mau jadi selebgram?

Siapapun bisa lho jadi selebgram, apalagi kalau kamu bisa menggunakan popularitas untuk menebar kebaikan. Tapi sebelum menjadi selebgram, kamu perlu menyiapkan strategi kebaikan itu sendiri.

1. Kamu adalah kamu

Tunjukkan di setiap sosial media kamu, bahwa kamu bukan bot atau sedang menyamar jadi orang lain. Setiap orang pasti memiliki keunikan masing-masing, maka sebelum itu temukanlah dirimu! Identitas personal secukupnya, ya, kalau kamu takut ada penguntit. Cukup nama dan foto terbaik yang nggak lagi narsis.

Advertisement

2. Perhatikan sikapmu

Karena saat kamu memilih hadir di dunia maya, siapapun akan menjangkau kamu hanya dengan mengetik namamu di kolom pencarian. Ini sangat mempengaruhi pendapat orang lain tentang kamu. Mungkin kamu pede dengan gaya yang apa adanya, blak blakkan, bicara ceplas ceplos dan tidak takut apapun (sampai berani mengatakan hal yang tidak patut, apalagi menyinggung SARA). Itu membahayakan diri sendiri, lho! Dan perhatikan sikapmu, apakah akan menimbulkan gejolak sosial? Nggak lucu kan kalau harus jadi korban bully orang banyak yang kamu nggak kenal? Jangan sampai menyesal di kemudian hari. Hati-hati, ya!

3. Konten elegan

Pada poin ini, jangan terjebak dengan judulnya ya! Konten elegan itu bisa berupa gaya penulisan di setiap sosial media kamu. Perhatikan penempatan tanda baca dan juga penulisan setiap kata. Contohnya, 'Pagi tadi saya di belikan eskrim'. Padahal penulisan yang benar adalah 'dibelikan es krim'. Perhatikan baik baik, supaya followers mu tidak malas membaca caption yang kamu buat.

Selain gaya penulisan, kamu juga perlu selektif pada apa yang akan kamu posting. Kamu ingin berpendapat tentang sesuatu? Pertimbangkan baik baik, jangan sampai menjadi bumerang buat diri sendiri. Hindari konten yang menyinggung pornografi dan SARA. Toh nggak ada manfaatnya, lho! Di dunia maya, anak SD bahkan sudah bisa mengakses apapun. So, jadilah figur yang baik terutama untuk diri sendiri dan orang terdekat.

Terakhir, kalau kamu memang betul betul ingin menyebarkan hal hal positif, lakukanlah secara rutin. Siap?