Tulislah aku dalam mimpimu, mimpi yang kau selalu angankan dalam butiran air mata ketika merindukanku.

Mimpi yang membuatmu kuat untuk memulai.

Aku ada saat ini, ada untuk memulai cerita mimpimu.

Cerita yang selalu kau doakan dalam mimpi, cerita yang selalu kau impikan dalam kenyataan, cerita yang memotivasimu untuk memulai.

Berilah aku waktu saat ini, biar mimpi itu akan terurai dalam benak kenyataan cerita kita.

Advertisement

Akankah aku menghilang? Tidak, tetap ada bersama mengurai kata indahmu.

Kata yang membuatmu kuat, sabar, dan tekun, kata yang membuatmu untuk bercerita mimpi itu.

Cerita indah tiada hentinya kau ungkapkan, cerita yang selalu membuatku merindukanmu.

Saat ini aku hanya berharap pada Centaurus untuk menemanimu.

Menemani untuk terus memulai, menemani untuk terus bermimpi, menemani untuk terus bercerita.

Tulislah aku, karena aku akan selalu ada dalam cerita mimpimu.

****

Aktivitas kampus seharian sungguh melelahkan. Aku membaringkan tubuh yang lemas tak berdaya seolah-olah kaku pikiran ini. Kucoba menenangkannya dengan membaca sejenak berbagai koleksi novel yang ada, namun tiada kata indah yang kutemukan untuk membangkitkan perasaan kelelahan ini.

Aku lelah, aku tak berdaya saat ini.

Kuambil handphoneku, menatap wajahmu sebentar.

Kutatap wajahmu dengan penuh harap.

Datanglah saat ini juga, aku ingin bersandar pada bahumu.

Kuharap kamu juga merasakan hal yang sama seperti kondisiku saat ini. Tanpa kusadari handphoneku berdering.

"Hallo Des."

"Iya Kak?"

"Bagimana kabarmu, Des? Aku merindukan kabarmu seharian. Mengapa tak memberikan kabar?"

Desty pun menjawab dengan nada kecapaian.

"Iya Kak. Maafkan Desty. Seharian sibuk dengan kegiatan di sekolah. Oh iya Kak, tadi Desty juga disupervisi dari Dinas Pendidikan di sekolah. Awalnya Desty gugup tapi berjalan semua berjalan lancar. Terima kasih, Kak atas doanya"

"Kak, Desty sayang, Kak. Benar-benar sayang. Cepatlah kembali, Desty ingin cerita bersamamu."

"Iya Des, Kak akan kembali padamu. Kembali untuk bercerita bersama tentang hidup ini, tentang cerita kita, tentang masa depan kita. Semua yang kulakukan ini hanya untukmu. Doamu tercapai untuk perjalanan ini."

"Kak, Desty mau siapkan makan malam untuk keluarga, sudah ya Kak. Desty rindu, Kak."

Aku pun menjawabnya dengan penuh harap agar cerita ini cepat berlalu.

"Siap, Des. Titipkan salamku untuk semuanya."

Aku bergegas ingin menghilangkan kepenatan ini dengan membersihkan tubuh yang penuh kelelahan. Aku segera mandi agar bersiap untuk mengerjakan tugas-tugas kampus.

Walaupun masih awal perkuliahan, namun berbagai tugas sudah menumpuk dalam buku catatan kecilku. Awal yang semangat untuk berjuang menggapai cita-cita. Ya, aku harus semangat untuk berjuang, karena selalu di dukung penuh dari keluarga dan kamu (Desty). Awal yang penuh kegalauan merasuki pikiran ini, awal yang penuh cerita baru, namun ku ingat kata-kata indahmu di saat hari terakhir keberangkatanku.

"Kak, pergi dan kembalilah untuk Desty. Perjalanan kisah hidup yang kita lalui selama hampir 4 tahun, namun Desty akan selalu percaya Kak. Percayalah bahwa Desty akan menunggu sampai kapan pun. Percayalah bahwa kita harus menjalani kisah ini selanjutnya. Desty hanya berharap pada Yang Maha Kuasa dan Centaurus untuk selalu menemani mimpimu."

Bintang Centaurus…

Kumohon padamu.

Jagalah, lindungilah, kuatkanlah hatinya.

Saat ini, derai air mata menetes perlahan untuk mengenang mimpi ini.

Mimpi ingin bersama,

Mimpi ingin bercerita,

Mimpi ingin memelukmu erat…

Tolong… Hanyalah padamu Centaurus.

****