Cinta, cinta, cinta

Aku menyayangi apa yang kumiliki. Sungguh aku cukup nyaman dengan itu. Tapi entah kenapa terkadang aku tergila-gila oleh apa yang belum kumiliki. Semacam obsesi yang membuat darahku terpacu tantangannya, adrenalin yang membuat jantung berdetak lebih bersemangat dari seharusnya.

Mungkin itu bisa dibilang sisi keliaran yang seolah meraung meminta dikeluarkan. Aku merasa nyaman senganmu. Aku tak keberatan mendampingi hari-harimu. Tapi terkadang aku begitu ingin menangkapnnya, yang pernah mewarnai dalam cinta namun berakhir tak sesuai cerita yang diinginkan hati saat itu.

Namun kini aku bersamamu. aku merasa terlindungi, merasa aman, merasa tenang, aku tak tahu kenapa perasaan bergejolak dan hasrat untuk meraihnya yang tak sempat aku rengkuh kadang hadir merecoki.

Dia yang kini berada jauh dariku namun terkadang membuatku ingin mengejarnya. Dia seperti godaan yang besar dan auku pecandu pesonanya. Benar! Aku tak keberatan jika dibilang tergila-gila padanya. Kenyataannya aku merasa hampir gila sebab dilema ini.

Advertisement

Cinta cinta cinta?? Oh cinta??

Terkadang aku berpikir itu cinta terkadang juga tidak. Sebab kupikir vinta tak seegois itu? bukankah tulus dari sebuah hati?

Cinta cinta cintaaa…

Memangnya aku sedang jatuh cinta?

Memangnya cinta itu adalah apa???

Dan tentang kepercayaan ang terjalin dalam sebuah hubungan. Kau bilang kau percaya padaku. Aku berterima kasih. Aku senang mendengarnya… tapi terkadang aku pun bertanya apakah aku mempercayai diriku sendiri? Untungnya kau hanya bertanya apakah aku percaya padamu, dan untuk yang satu itu memang aku percaya padamu. Kau tak perlu khawatir sebab aku berkata jujur.

Dengar aku memang pernah mencintainya dan entah mengapa saat ini pun masih teringat dia dibenaku. Tapi untuk saat ini aku tak tahu apakah cinta yang masih tersisa atau obsesi yang terpendam sedang mengeluarkan kegelisahannya?

Dengar!

Aku nyaman bersamamu! Aku percaya padamu! Aku bahkan menyukai suaramu saat kau bicara. Kurasa itu menentramkan. Kupikir itu cukup untuk cinta tapi ternyata ingin lebih.

Benar! Aku memikirkannya sekarang aku ingin datang ke dalam peluknya. Ada semacam hal yang mendorongku untuk berbuat nekad mengejarnya meskipun aku memilikimu.

Aku gelisah, aku khawatir, aku takut, jujur.

Aku butuh sesuatu yang lebih dari sekedar menenangkan aku mencari itu darimu berharap kau mampu memberikannya sebelum pikiranku membangkang dan menginginkannya dari yang lain.

Tolong jangan benci aku, sebab aku tak selingkuh. Aku tak pernah menemuinya bahkan berkomunikasi dengannya pun kini tak lagi. Terkadang aku hanya merasa tak tahu jalan pulang jika kau meninggalkanku mungkin aku lebih tersesat lagi. Tetaplah percaya padaku sampai aku bisa belajar mempercayai diriku sendiri sebab aku percaya padamu.