Kau memang bukan malaikat, dan kau juga harusnya sadar bahwa aku hanyalah manusia. Aku manusia biasa yang mencoba bertahun-tahun bersamamu, bersabar dengan setiap kesendirianku, bersabar dengan semua sikapmu, bersabar dan bersabar hingga hati ini lelah, dan aku tak mampu lagi bersabar.

Begitu lama dan seringnya cinta ini kau lukai hingga sering tak kau sadari sampai akhirnya ku tak mampu lagi. Aku belajar selalu menunggu, menunggu, dan menunggu.. berharap kau berubah.. Tapi sampai kapan? Aku menunggu yang tak pasti. Kepastian untuk perubahan mu yang akan menghargai cinta, namun kusadar semua itu hanya dalam anganku. Berkali-kali ku bertahan berkali-kali pun kau lukai, berkali-kali ku tak mampu bertahan, berkali-kali kau memohon bahkan dengan hidupmu.

Aku yang begitu mencintaimu, bersabar dalam setiap tangisanku, tegar dalam setiap kesedihanku, hati yang begitu mencintaimu, cinta yang hanya padamu dan hanya kamu pun yang mampu melukai cinta ini. Setiap luka yang kau berikan perlahan-lahan membuat hati ini, cinta ini.. tak mampu lagi merasakan apa-apa. Kesedihan, kesendirian, dan cinta yang kau biarkan ini pun membeku sesering kau membuatku terluka.

Saat kata pisah itu pun kau dengar, tak ada yang perlu kita sesali, mungkin ini pelajaran untukku dan untukmu. Agar kelak memilih orang yang benar-benar menghargai cinta, merasa cintanya berharga, hingga selalu berusaha untuk mempertahankan. Sungguh tak ada yang perlu disesali, cinta tak pernah salah. Aku pergi bukan karena membenci, aku hanya tak merasakan apapun lagi. Maafkan aku menjadi wanita yang tak mampu tegar, tak cukup tangguh dengan kesendirian, dengan cinta yang kau biarkan. Satu hal yang kutahu, aku pun berhak bahagia, berhak tuk tersenyum, berhak dipertahankan, berhak dihargai. Mengertilah.. cinta tak pernah salah, yang salah kau yang membiarkan cinta.

Kau juga berusaha tuk bertahan denganku selama ini, akupun demikian. Kita telah sama-sama berjuang untuk bertahan. Tapi aku sadar, kisah kita tak akan mungkin sama seperti dulu setelah semua yang terjadi. Aku tak mungkin seperti dulu, daripada kesedihan berlarut-larut yang terasa mungkin lebih baik semuanya berakhir, mungkin iya aku ragu tuk mengakhiri, atau mungkin tak cukup keberanian tuk berfikir setelah lamanya berjuang semuanya berakhir. Semoga kau bahagia tanpaku. Tanpa cinta yang tak kau hargai, tanpa cinta yang telah kau biarkan terlalu lama.