Setiap manusia punya mimpi, harapan, dan cita-cita. Entah apa saja mimpi dan harapan itu hanya pribadi mereka sendiri yang tau. Jikalau kita berkata ingin membahagiakan orangtua dan ingin jadi orang sukses tentu itu kemauan semua orang. Hal tersebut bukan dikatakan sebagai cita-cita melaikan itu memang sebuah kewajiban yang harus ditempuh. Sementara, cita-cita ialah suatu kemauan yang memang timbul dari dalam diri kita sesuai dengan potensi dan tekad yang dimiliki untuk mencapai sesuatu atau menjadi suatu hal yang dijadikan sebagai panutan dan tentu dapat menjadi profesi kita kedepan. Seperti halnya anak-anak yang masa kecilnya dibayang-bayangi dengan berbagai cita-cita, seperti ingin menjadi seorang dokter, perwira polisi, artis, bahkan pemimpin Negara.

Cita-cita bisa saja berubah-ubah sesuai dengan bertambahnya usia. Pada masa usia anak duduk di Taman Kanak-kanak atau Sekolah Dasar, pada saat inilah anak-anak banyak menggantungkan impian dan cita-cita. Hal ini karena pada masa pertumbuhan seperti itu otak anak-anak masih sangat sensitif dengan apa yang mereka lihat dan mereka anggap menakjuban untuk mereka jadikan sebagai cita-cita mereka kedepan. Sebagai contoh, seorang anak melihat kehebatan seorang pemain sepak bola dalam mencetak gol ke gawang lawan dan ia langsung menjadikan sepak bola sebagai impian dan cita-citanya di masa depan. Dilihat dari contoh pada masa usia pertumbuhan anak-anak masih sangat rentan menerima hal-hal yang mereka lihat secara spontan dengan baik dan masih begitu mudah menentukan cita-cita, tentu hal itu ada saja yang terwujud dan ada yang sebagai angin lewat saja. Cita-cita setiap orang dapat saja berubah-ubah dalam kurun waktu yang tak bisa ditentukan. Cita-cita di waktu SD dapat saja berubah ketika menginjak bangku SMP atau SMA. Dalam ilmu sosiologi tahap-tahap sosialisasi manusia dibagi kedalam 4 tahap, dan tentu saja tahap-tahap ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perjalanan hidup seseorang untuk mencapai cita-citanya. Adapun tahap-tahap tersebut ialah sebagai berikut :

1. Preparetory Stage

Preparetory stage dapat disebut juga tahap persiapan. Tahap ini merupakan tahap awal manusia dalam bersosialisasi, tahap ini terjadi pada rata-rata usia baru lahir hingga menginjak awal sekolah dasar. Pada tahap preparatory stage manusia lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga dan bersosialisasi dalam lingkungan keluarga dalam artian lain, keluarga adalah langkah awal setiap manusia sebelum terjun di masyarakat atau lingkup lainya.

2. Play Stage

Advertisement

Pada tahap Play Stage atau memainkan peran, seseorang mulai memainkan peran, peran yang dimaksud bukanlah peran yang sesungguhnya karena pada masa play stage manusia masih dalam umur pertumbuhan atau pada masa Sekolah Dasar, peran tersebut dapat berupa cita-cita yang semu, seperti contoh anak-anak bermain dokter-dokteran atau polisi-polisian. Tentu hal itu bukanlah peran yang sesungguhnya atau dapat dikatakan tahap pembelajaran.

3. Game Stage

Game Stage adalah tahap siap bertindak dimana pada tahap ini manusia sudah mulai bisa menentukan tujuan hidup meskipun belum tentu tujuan yang dipilih itu sejalan dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki. tahap ini juga bisa disebut tahap yang masih meraba-raba. Pada tahap ini, seseorang sudah mulai berkerja atau bertindak tetapi sesungguhnya orang tersebut masih dalam masa pencarian jalan hidup. Sebagai contoh, seseorang berkerja sebagai tukang parkir dan sembari bekerja tukang parkir ini masih mencari pekerjaan yang lebih layak untuk dijadikan sebagai jalan hidup demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

4. Generalized Others

Tahap ini dapat dibilang tahap terakhir dalam sosialisasi, generalized others adalah tahap dimana sesorang sudah mampu menjalankan peran yang sesungguhnya tanpa harus berpikir untuk mencari peran-peran yang lain, tahap ini biasa terjadi pada orang-orang yang sudah berkeluarga dan berpenghasilan tetap.

Dari penjelasan di atas dapat dipahami jika proses sosialisasi sangat berperan penting dalam membangun dan meralisasikan setiap cita-cita. Kita pasti pernah mendengar nama-nama seperti Bill Gates, Lary Page, Alfa Edison, Graham Bell, bahkan bintang sepak bola Christiano Ronaldo, mereka semua punya mimpi tidak ada kesuksesan yang diraih tanpa mimpi, kerja keras, dan doa. Orang-orang hebat tersebut mempunyai segudang mimpi dan harapan untuk mengubah dunia menjadi lebih baik dan terbukti adanya sekarang.

Kecanggihan Google dalam menjelajah data sangat berpengaruh bagi setiap aktivitas manusia saat ini terkhususnya user internet itu semua karena kejeniusan dari 2 mahasiswa USA Lary Page dan Sergey Brin, terangnya sinar lampu sebagai alternative dari cahaya alam seperti tenaga matahari, bulan, dan bintang sangat berguna bagi manusia disetiap situasi dalam beraktivitas itu semua berkat penemuan besar T. Alfa Edison. Tontonan skill sepak bola yang menghibur dan memanjakan mata dalam permainan yang ditunjukan Christiano Ronaldo cukup berpengaruh untuk menenangkan hati dan pikiran dikala diterpa banyak problem sehari-hari. Semua orang pasti bisa mencapai semua kesuksesan itu jika diawali dengan sebuah mimpi yang tentu didukung dengan potensi yang dimiliki. Usaha dan doa adalah jalan untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. Jangan pernah berhenti mencoba sebelum semuanya tercapai. Jangan pernah takut merugi sebelum semuanya tergenggam di tangan kita. Kurangi jatah gagal kita di dunia untuk memperoleh hidup yang sejalan dengan kehendak kita. Mulai skarang ciptakanlah papan impian kita dan letakanlah di dinding kamar kita dengan tujuan agar kita selalu termotivasi untuk mencapai semua itu.

Wssalamualaikum. Wr. Wb

#Salam Sukses M. Rio Aldino