Pekalongan, kota kecil di pesisir pantai, terletak di Jawa Tengah 100 km barat Kota Semarang. Kota kecil ini menyimpan beragam pesona yang bakal menarik perhatian kamu yang baru pertama kali "hinggap" di kota ini. Tak hanya batik yang memang sudah sangat mendunia, Pekalongan juga menawarkan ke-khas-an rasa dan sensasi istimewa pada kulinernya. Berikut 7 menu khas Pekalongan yang rekomended banget buat kamu coba:

Nasi Megono

Ya, Megono adalah "masterpiece" kota ini. Ketenarannya setara Gudeg di Jogja. Megono diolah dari nangka muda yang dipotong-potong kecil kemudian diberi parutan kelapa, kecombrang dan sereh, serta bumbu-bumbu tertentu kemudian disajikan dengan nasi, di bungkus kecil-kecil layaknya nasi kucing di Semarang ataupun Jogja. Cocok dimakan pada sore hingga malam hari, dan dapat dipadukan dengan hampir semua jenis lauk pauk. Sebagai makanan ‘wajib’ Kota Pekalongan, kamu dapat nemuin penjual nasi megono hampir di setiap pinggir jalan dan semua sudut kota. Yang paling rekomended adalah Pak Bon yang berada di Jl. H.A. Salim atau lapangan ngebong, Mbak Ibah dan Zarkasi.

Soto Pekalongan (Tauto)

Berbeda dengan soto Semarang atau Kudus yang kuahnya bening kekuningan. Soto Pekalongan berwarna lebih gelap karena menggunakan bumbu tauco yang memberikan sensasi kelezatan perpaduan manis dan pedas, yang sangat menggoyang lidah. Mulutmu ngga bakal berhenti mengunyah daging empuknya. Dan akan lebih nikmat lagi jika dicampur dengan gorengan yang dimasukin ke kuahnya yang panas. Tauto juga mudah ditemukan dimana saja. Yang layak direkomendasikan adalah Soto Klego, Ojo lali, Soto PPIP, dan Soto Dalmudji.

Advertisement

Pindang Tetel

Jangan kira makanan ini terbuat dari ikan pindang yang ditumpuk-tumpuk dalam satu wadah. Pindang tetel merupakan sajian berkuah hitam yang berasal dari campuran kluwek, berisi 'tetelan' daging kerbau atau sapi, dicampur dengan krupuk usek (kerupuk pasir) berwarna-warni menambah semarak penampilan makanan ini. Pindang Tetel paling terkenal bisa ditemukan di Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Garang Asem

Garang asem Pekalongan sangat jauh berbeda dengan garang asem Kudus yang menggunakan kuah bening. Secara tampilan hampir mirip dengan Pindang Tetel yang memiliki kuah hitam karena memang sama-sama terbuat dari olahan kluwek, tetapi Garang asem biasanya lebih segar dan encer karena menggunakan tomat. Garang Asem yang paling terkenal adalah Garang Asem Masduki di Alun-Alun Kota Pekalongan.

Kluban Bothok

Lezatnya urap sayur dicampur dengan lodeh sayur, tahu, dan tempe. Pedas dan menggigit. Ditambah dengan kriuknya krupuk pasir yang biasa menemani santapan yang biasanya disajikan dengan daun pisang ini. Kamu bisa menemukannya di daerah Ambo Kembang dan Pekajangan..

Panggang Ayam

Ayam kampung berbumbu yang dibakar kemudian diberi kuah santan berwarna merah dan pedas, serta irisan ketimun dan kol sebagai lalapan. Sungguh akan menjadi sebuah santapan yang nikmat di siang hari yang panas. Panggang Ayam terlezat dapat ditemukan di Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Kopi Tahlil

Kopi rempah yang mempunyai cita rasa yang unik, segar, dan menghangatkan tubuh. Dulu hanya disajikan untuk menemani orang-orang yang sedang bertahlil, itulah mengapa kopi ini dinamakan kopi tahlil. Namun sekarang, kopi ini sudah dijual secara bebas, dan dapat ditemukan di setiap pelosok Kota. Yang rekomended buat kamu, Kopi tahlil PPIP. Itulah deretan kuliner spesial dari Kota dan Kabupaten Pekalongan yang layak kamu coba.