The biggest today is not leprosy or tuberculosis, but rather the feeling of unwanted

Salam sehat teman-teman sekalian, kali ini saya akan membahas tentang penyakit yang mungkin sudah kita kenal, yaitu Tuberkulosis atau TB atau TBC. Kenapa saya membahas hal ini karena belakangan saya melihat acara-acara kesehatan di tv baik nasional maupun swasta akhir-akhir ini membahas tentang penyakit ini. Wow asal kalian tahu Indonesia menempati urutan ke-3 dunia endemi TB. Ketidakacuhan pasien dan kurangnya dukungan orang sekitar membuat penderita TB banyak menelan korban.

This is a worthless issue.

Penyakit TB ini tergolong penyakit "purbakala" sudah ada sejak zaman dahulu kala, tidak seperti virus Zika dll yang belakangan populer, karena sudah lama maka tentunya penyakit ini juga sudah ditemukan obatnya. Jika pada zaman dahulu kala pendeita TB disembuhkan dengan sinar matahari maka sekarang obat-obatan sudah ditemukan, oleh karenanya walaupun penyakit TB adalah penakit menular dan mematikan namun bisa disembuhkan.

Kadangkala stigma masyarakat tentang penyakit TB ini terlanjur negatif, orang TB harus dijauhi,diacuhkan,kotor dan menular, kita juga tidak bisa menyalahkan sebagian masyarakat karena tentunya mereka juga masih awam pengetahuan tentang penyakit ini. Memang diperlukan usaha semua pihak agar pasien ini bisa mendapatkan hak untuk sembuh dan tidak dikucilkan.

Advertisement

Satu penderita TB bisa menulari 10-15 orang sekaligus

Sebagian dari kita mungkin akan tidak acuh saja dengan isu penyakit ini, silakan saja! Tapi kalian harus tahu bahwa satu penderita TB bisa menulari 10-15 orang sekaligus, jika anda acuh bisa saja anda terjangkiti penyakit ini tanpa anda ketahui. Namun, sekali lagi bahwa penyakit ini bisa sembuh tentunya dengan syarat adalah obat yang tidak terputus dan juga dukungan keluarga.

Berbicara tentang obat jangan takut karena jumlah penderita TB di Indonesia yang terjangkit semakin pesat maka pemerintah menggratiskan seluruh obat penderita TB, jadi jangan takut akan mahalnya pengobatan. Pasien setidaknya harus mengkonsumsi obat selama 6 bulan berturut-turut continuisly artinya tidak boleh terputus bahkan sehari saja, karena jika terputus maka penderita akan minum obat lagi dari awal dan bisa bertambah sampai setahun. Terputusnya obat bisa juga tubuh kita “kebal” terhadap obat yang ada dan tidak bisa lagi disembuhkan.

Memang selama ini masyarakat Indonesia terbilang anti atau malah jijik dan menjauhi orang-orang yang terkena penyakit TB, alasannya karena menular, yah itu memang benar penyakit ini menular, tapi bukan berarti kita sebagai masyarakat harus menjauhi dan mengucilkan mereka, kita harus memberikan dukungan kita sehingga mereka bisa sembuh dan mengurangi jumlah penderita TB di Indonesia.

Karena menjadi sendiri dan terasingkan tentunya adalah salah satu pembunuh kehidupan yang tentunya kita harus cegah dengan menunjukkan sikap positif kita kepada orang lain. Membantu mereka sembuh, memberikan dukungan moril karena untuk sehat dan sembuh seutuhnya bukan hanya secara fisik, tapi secara mental dan sosial yang tentunya bisa didapatkan dari orang sekitar.