Kalian yang sekarang diposisi anak kedua, ketiga atau keberapanya, pernahkah kalian bertanya apa yang diinginkan oleh kakakmu? Selain kalian selalu ingin semua yang kalian mau harus segera terealisasikan, pernahkah bertanya bagaimana perjuangan kakakmu yang bahkan untuk sempat memperhatikan dirinya sendiri selalu tertunda. Yah, kami mengerti dilahirkan sebagai anak pertama adalah alasan bagi tuhan menciptakan sebagai pelindung dan tameng bagi keluarga.

Tapi tahukah kalian, terkadang terlalu memuakan berpura-pura tangguh, terkadang hanya ingin terbiar jatuh.

Kami mau menjadi nomor dua, sebab hanya dibelakang kalian, kami bisa menjaga. Tak banyak yang kami pinta, sesekali kami ingin menikmati penjuru bumi yang selalu kami pikul ini. Menikmati bahagia tanpa beban dihati. Percayalah dik, kepentinganmu selalu menjadi nomor wahid. Namun tak bisakah sedikit mengerti inginnya kakakmu ini?

Kami akan menjadi apapun yang kamu Minta, dik.

Dik, jika kebahagian mu begitu besar untuk dirasakan mungkin kakakmu ini harus sudah waktunya untuk mulai mengumpulkannya sedikit Demi sedikit. Tidak masalah kepentingan kami nomor Dia. Sebab kami percaya, tuhan menciptakan manusia Ada alasannya. Dan Alasan kami hadir lebih dulu, sebab tuhan tahu kami mampu. Maaf dik, jika curahan ini terlalu panjang. Sebab kakakmu tidak pandai berkata-kata hanya dengan tulisan mungkin kamu mengerti, kakakmu hanya ingin sedikit waktu singgah dikeningnya. Terimakasih telah menjadi adik bagi seorang kakak.