Mama adalah sosok yang selalu mencintai anaknya sampai kapanpun, detik hidupnya dihabiskan hanya untuk anaknya,walaupun anaknya nakal, pembantah, pembohong, atau melakukan sesuatu hal yang membuat dia malu. Mama tetap sosok yang dapat membuat hati anaknya yang perih kembali sembuh, namun terkadang mama adalah pembuat luka yang terdalam, entah disengaja atau tidak kata-kata yang pernah mama ucapkan sungguh menyayat hati hingga ada beberapa anak yang tersakiti karena perkataan mamanya.

Mama kisah ini terkenang untukku selalu. Kisah tentang hidupmu.

Mamaku adalah perempuan yang perokok berat dan pecandu kopi. Aku ingat setiap hari menjelag siang, sehabis makan mama selalu duduk diteras rumah sambil merokok dan menonton televisi aku tak pernah menyuruh mama untuk berhenti, itulah penyesalan terbesarku saat ini. Ketika hari menjelang jam empat sore, mama selalu duduk didapur dekat kamar mandi, merokok nyambi minum kopi tak heran mengapa saat ini aku jadi pecinta kopi sama seperti mama, bedanya mama pecandu kopi item sedangkan aku kopi susu torabika atau good day rasa choccocino. Hal yang kusenangi disaat sore adalah mama menyuruhku membeli detergen yang diiming-imingi seribu rupiah buat beli tango atau permen susu, ketika menyuruhku kata-katanya selalu seperti ini

“ kak, beli rinso yang attack ya” .

Selesai mama mencuci pakaian biasannya aku masih bermain diluar hingga larut malam. Mama yang dari rumah menjemput menyuruhku untuk mandi, tapi aku masih berkata nanti, nanti, dan nanti dan pada akhirnya sepulang dari bermain mama pasti memukulku.

Advertisement

Pada malam hari, ketika ingin pergi tidur diriku selalu ingin tidur dikasur disebelah mama walaupun kaki dan tanganku memar karena pukulanmu, ketika mama tidak ada disitu mataku tidak mungkin terpejam seperti disaat aku menginap dirumah saudara, setiap malam aku menangis meminta pulang. Ketika bangun pada pagi hari yang kucari adalah mama, biasanya sih pagi-pagi mama pasti beli sayur disebelah rumah, dan aku beranjak kesana dengan belum cuci muka atau sikat gigi. Pokoknya saat itu aku harus ketemu mama.

Hal yang paling menyedihkan mama suka sekali mencubit atau memukulku, walaupun kesalahan yang telah kulakukan tidaklah besar. Disitulah letak sifat mama yang paling kubenci, karena aku hidup dalam kekerasan yang mama lakukan, hingga sampai hari ini aku mengingat masa kecil yang sangat menyakitkan. Didalam pikiranku sewaktu kecil adalah sosok mama yang jahat, pemukul, dan tegas. Mama telah melakukan hal yang baik menurutnya tapi tidak bagiku, aku tidak bisa dididik melalui kekerasan, karena aku tidak mau dipukul atau dicubit.

Dulu aku ingin sekali bilang sama mama

“ tolong, jangan pukuli aku ,cukup bicara baik-baik dan pahamilah aku”

Tapi, aku yakin sejahat-jahatnya mama, pasti mama sangat mencintaiku. seperti makanan yang tinggal sepiring dimeja makan saat itu, mama menyuruhku untuk menghabiskan walaupun kutau mama belum makan. Sekarang aku tau bahwa seperti apapun mama yang kugambarkan sewaktu kecil, mama pasti rela berkorban untuk kehidupanku. Tapi jujur aku tidak mau mendidik anakku nanti dengan cara yang mama lakukan padaku, karena tindakan itu bukanlah hal baik yang diterima oleh anak kecil seperti usiaku dulu.

Sekarang, anak perempuanmu satu-satunya ini sudah tumbuh menjadi perempuan yang dewasa dan mandiri. yang terkadang dia tidak butuh siapapun untuk hidup, pukulan juga bukanlah sesuatu hal sakit untuk dirinya. diriku kebal oleh rasa sakit, dari fisik ataupun hati. aku benar-benar kuat melebihi apa yang mama bayangkan sekarang.

Mama rasanya aku ingin meringkuk didalam selimut, dan berbaring dipelukanmu. Aku ingin kembali dimasa kecilku dulu, walaupun itu menyakitkan. Ma, aku rindu banyak hal tentangmu yang terkadang aku berharap pada Tuhan untuk mendatangkanmu didalam mimpiku, tapi kurasa Tuhan enggan menciptakan khayalanku terburuk tentangmu lagi.

Mama terima kasih pernah memukulku, karena sekarang aku harus bisa memukul dunia ini untuk kutaklukan sendiri. Aku belajar tentang banyak cinta dari banyak orang, walaupun aku sulit mengasihi diri sendiri. Ini bukanlah kesalahan mama tapi karena kesalahanku yang tidak pernah memperbaiki diriku menjadi baik.

ketika mama sakit satu hal yang kuingat, mama mengatakan padaku

“ Sewaktu kamu lahir, mama sempat menangis karena mama diberikan anak perempuan yang sangat cantik dari Tuhan"

Ma, maafkan jika sekarang aku tidak menjadi anak yang baik yang seperti mama harapkan, tapi yakinlah suatu saat nanti aku akan berhasil menjadi sosok wanita yang baik dan bijaksana. Terima kasih telah melahirkanku, aku berjanji akan menjadi wanita yang berguna bagi bangsa dan negara seperti yang mama tulis dibuku alkitabku. Kutitip rindu yang menggema dari sini, kuharap cintaku pergi sampai ke surga.

Untuk mama terhebat,

Dari anak perempuanmu.