Saat usia semakin menua dan angka puluhannya mengarah ke angka yang lebih besar dan tak bisa kembali lagi, itu adalah saat dimana perenungan mendalam akan terjadi secara natural. Yah, secara manusiawi itu akan terjadi. Hei, look! the number is hit to 3, my God! It can’t reverse to number 2! Biasanya flashback ke memori masa-masa lampau. Apa sih pencapaian yang sudah saya dapatkan? Pencapaian identik dengan prestasi. Apa sih goal yang sudah terwujud dalam hidup saya? Terkadang kalau hasilnya zero, kita malah sakit kepala dan seakan-akan dikejar oleh waktu. Hellowww… Kemana aja selama ini??

Tanpa kamu sadari, baik kamu si tipe kepribadian sanguin, melankolis, kolerik dan plegmatis, ada banyak orang yang datang dan pergi dalam kehidupanmu, yang mewarnai hari-harimu. Salah satunya adalan sahabat! Yap, sahabat!! Nah loh, sahabat kok datang dan pergi? Persahabatan itu memang seperti kepompong, kadang kepo kadang rempong! Indeed! Ada yang sahabat disediakan Tuhan saat kita masih SD, SMP, SMU, Kuliah, kerja, bahkan sampai berumah tangga. Coba deh Flashback. Tanpa kita sadari sahabat-sahabat itu mengiringi langkah kaki kita hingga pada hari ini kita berdiri.

Kemana mereka semua pergi? Mereka gak pergi kemana-mana, mereka hanya berpindah jauh dari fisik kita. Ada yang pada akhirnya lose contact, ada juga yang masih connected, tapi sudah tidak saling berinteraksi. Salah? Tidak donk, memang pada akhirnya mereka ada yang hanya disediakan Tuhan untuk menemani kita pada tempo yang pendek, ada yang jangka panjang. Arus kehidupan dan prioritas hidup akan menyaring mereka untuk tetap ada di dekat kita atau akan pergi jauh. Tak ada yang salah, dan tak ada yang harus dipersalahkan, memang begitulah adanya. Karena pada akhirnya birds with the same feathers, flocks together. Ya kan?! Nah bulu2 pada burung juga kan pada akhirnya ada juga yang lama-lama akan berubah warna dan ada juga yang tidak berubah. Yang berubah warna pada akhirnya akan mencari sekumpulan burung yang sama dengan warna bulunya. Salah? Ya gaklah. Sewajarnya hal itu terjadi. Alam mengajarkan kita.

Jadi, kalau masih punya sahabat dari TK-berumah tangga, itu artinya kalian masih memiliki warna bulu dan bentuk bulu yang sama sampai hari ini. Berbahagialah. Bukan berarti yang tidak punya sahabat dari TK sampai berumah tangga tidak berbahagia loh ya. Karena pada hari ini kita berdiri, sahabat terdekat kita adalah sahabat yang memiliki bulu yang sama dengan kita. O iya, jangan juga maksa-maksain nyamain bulu dengan orang yang jelas-jelas bulunya sama dengan kita, lama2 tereliminasi juga dan menghilang tanpa jejak.

Mereka datang dan pergi, karena memang ada persamaan dan perbedaan. Jangan pernah memaksakan perbedaan, tapi nikmatilah perbedaan. Karena disisi lain ada orang-orang yang memiliki persamaan dengan kita. Nikmatilah itu. Karena persahabatan bukan berbicara kuantitas, tapi kualitas. Karena persahabatan bukan berbicara kuantitas, tapi kualitas. Nikmatilah usia yang bertambah dengan orang-orang yang sudah di tempatkan dalam kehidupan kita, baik itu hanya sebentar maupun sampai kita terbenam.