"Sudah punya gamis Jodha Akbar belum?", pertanyaan kaum ibu yang menggelitik dalam dompet suaminya. Bahkan ada yang dengan niat dan tekad 45 membuat status "Jelong2 ke Tanah Abang, hunting gamis Jodha Akbar", sambil menandai orang-orang sekitarnya hanya untuk menyatakan kalau dirinya sudah mempersiapkan baju lebaran dengan model terbaru.

Indonesia merupakan pangsa pasar yang banyak dirilik oleh pelaku pasar karena sifat konsumtif masyarakatnya, apalagi menjelang lebaran ataupun tahun baru. Tontonan yang digandrungi oleh kaum ibu dijadikan senjata untuk dapat memuluskan strategi pasar sehingga produk-produk yang dibuat dapat laris manis dibeli oleh masyarakat dan keuntungan pun akan naik ribuan kali lipat.

Trend tontonan sinetron dari India menjadi salah satu daya tarik yang dipakai oleh pengusaha tekstil untuk meraup keuntungan ditengah geliat pasar menyambut lebaran, baju gamis Jodha Akbar ada dan laku dimana-mana, tidak terbayang berapa orang yang akan memakai baju motif yang sama.

Trend Gamis muslimah tidak hanya terjadi saat ini, beberapa tahun sebelumnya kaum ibu disibukan dengan obrolan seputar gamis Syahrini, selebritis yang terkenal lewat tutur katanya yang bikin bulu kuduk pria merinding.

Kini ditengah maraknya serbuan produk layar kaca India, gamis Jodha Akbar pun menjadi sensasi yang diburu oleh kaum ibu untuk pakaian lebaran mereka, seyogyanya masyarakat Indonesia bisa lebih bijak dalam berbelanja dan tidak cenderung konsumtif, memiliki gamis ala Jodha Akbar bukanlah hal yang salah namun mendahulukan kepentingan sekunder dari kebutuhan primer merupakan hal yang menyayat hati dan kantong para suami.