Almarhum kakek adalah pendongeng ulung, kisah favorit kami adalah "Si Kancil dan Seekor Buaya". EPIC karena Alm. tak perlu menggunakan alat peraga. Cukup dengan gesture "tangan'' sebagai peraga dan 'gerakan mulut" sebagai efek suara/cerita. KANGEN ABAH, kapan mendongeng lagi ?

Sempat teringat semasa kecil, sebelum tidur saya selalu diceritakan kisah menarik bergenre "Fabel" oleh Alm. Kakek kegiatan tersebut menghasilkan sebuah 'ikatan' antara kakek dan cucuk selain imajinasi yang menghasilkan kreasi. Pernah mengikuti seminar tentang 'lunturnya budaya mendongeng' pada saat kuliah dulu.

Ternyata budaya mendongeng di negara kita semakin ditinggalkan, berbeda dengan zaman dahulu ketika para orang tua kerap menceritakan kisah-kisah menarik pada anak sebelum tidur, anda pasti ingat cerita tentang seekor kura, kancil pencuri timun dll.

Sekarang karena alasan zaman yang 'katanya' sudah canggih sebagian orang tua berhenti mendongeng dan menggantinya dengan menyuruh si anak menonton kartun via DVD/Laptop tanpa ada bimbingan sedikit pun. Tak ayal muncul beberapa kasus tindak kekerasan gegara si anak menirukan salah satu adegan dalam kartun tersebut.

Padahal mendongeng itu sangat penting untuk menanamkan sikap keteladanan, kemandirian, dan tanggung jawab melalui karakter tokoh atau penggambaran cerita.

Advertisement

Mendongeng berfungsi juga sebagai sarana mempererat ikatan orang tua dan anak, kegiatan tersebut juga merupakan sarana komunikasi dua arah antara keduanya karena pada kegiatan tersebut muncul suatu 'diskusi' dari pertanyaan si anak kemudian jawaban dari orang tua.

Semoga tulisan ini bermanfaat, selamat mendongeng! 🙂