Masih disini, didalam ingatan…dulu aku dibacai ibu dongeng sebelum tidur. Aku yang waktu itu belum bisa membaca begitu antusias ketika malam tiba, aku selalu penasaran bu, kisah apa lagi yang akan kau ceritakan padaku malam itu.

Taukah kau bu, aku masih suka membaca dongeng sebelum tidur. Hingga sekarang…

Bu, tumbuh menjadi dewasa tak membuatku bosan untuk membaca cerita-cerita khayalan itu. Sampai sekarang, tahukah ibu walau ibu tak membacakanya untuku lagi, sesekali aku masih membacanya untuk diriku sendiri.

Sekarang, aku tak hanya membacanya dari buku kumpulan dongeng seperti yang ibu lakukan dulu. Melainkan dari dongeng hidupku sendiri.

Bu, jika dulu malamku dipenuhi rasa penasaran menunggu ibu melanjutkan kalimat demi kalimat dalam buku itu, hingga terkadang aku menyelamu yang sedang bercerita dan mencoba menerka kelanjutan kisahnya. Sekarang aku bisa membacanya lebih cepat ketika jalan ceritanya mulai membuatku penasaran bu.

Oh yaa… Tahukah ibu? aku sekarang tak hanya membaca dongeng dari buku-buku tua itu, aku sekarang lebih suka membaca dongeng hidupku sendiri. Apakah aku telah mengatakanya bu? Kalau ibu memang selalu benar.. seperti yang selalu ibu katakan kepadaku waktu itu, akan selalu ada bagian yang tak bisa kutebak. Iya… selalu saja ada bagian yang tak bisa kutebak dari dongengku sendiri bu..

Maukah kau mendengar salah satu dongengku, Bu?

Ibu, aku tau ini mungkin hal yang menggelikan untukmu. Akupun yakin kau akan memilih berpura-pura tidur jika aku mendongengimu kisah ini. Iya aku tau, aku tak sepandai ibu dalam bercerita. Tapi ayolah ibu, kumohon kau mau mendengarkan sekelumit kisah dari seseorang yang selalu kau sebut gadis kecilmu ini.

Sebenarnya aku tak tahu harus memulainya dari mana bu, tetapi seperti itulah dongengku menoreh kisahnya.

Advertisement

Masih seperti dulu bu, Dongeng selalu kudengar kisahnya pada malam hari bukan? Ah, nama pangeranya pun Pangeran Malam bu, kuberi ia nama “Malam”. Entah mengapa. Dan sang Putri? Kuberi ia nama Putri Siang. Dan ibu tau? Mereka berdua sangat menyukai pagi hari.

"Pagi hari adalah waktu yang paling mereka sukai!"

Alkisah suatu masa, Putri Siang dan Pangeran Malam selalu bertemu dibawah rembulan untuk berdongeng bersama, bu. Hingga tiba suatu malam mereka berdongeng kisah tentang bercocok tanam. Tanpa disadari kecocokan itu lantas menumbuhkan benih, benih di lahan hati mereka masing-masing.

Kau dan aku, apakah salah satu diantara kita ada yang menunggu atau ditunggu?

Dan begitulah dongengku mulai bercerita dengan sendirinya bu. kemudian dongengku melanjutkan kisahnya di malam-malam berikutnya. Semua hal dibahas; masalah kesukaan, hidup, mimpi, Hingga “Kau dan aku, apakah salah satu diantara kita ada yang menunggu atau ditunggu?” tanya pangeran Malam suatu waktu.

Apakah ini jatuh, ketika melayanglah yang kurasakan…

Dan pada saat itu semua terasa indah, entah mengapa pangeran Malam dapat memberikan warna baru yang tak pernah bisa diterjemahkan oleh sang putri Siang. Ada sesuatu yang berubah di wajahnya, ia tak pernah melihat rona seperti itu sebelumnya dipipinya. Sang Putri Siang hanya tau warna rona itu mirip dengan gaun yang ia kenakan ketika sang Pangeran Malam menggodanya

“Rona dipipimu itu, apa kau sedang jatuh?”

Sang putri hanya terdiam, karena yang ia tahu jatuh itu kebawah.

"Kalaupun ia terjatuh, bagaimana mungkin perasaan melayanglah yang ia dapatkan? "

Apakah ada yang salah disana? Atau sang gravitasi sedang tak berfungsi?

Tapi semua dongeng pasti berakhir bukan, Bu?

Dulu tak jarang aku merengek ketika kisah-kisah itu telah kau khatamkan untuku bu, memohon padamu agar ceritanya tak pernah berakhir. Dan kau selalu berkata semua dongeng pasti berakhir bukan?

"Dongengku pun harus berakhir bu, yang aku sendiripun tak terlalu mengerti bagaimana menjelaskan akhir kisahnya"

Jika dibacakan ibu dongeng membuatku tertidur. Kenapa dongengku sendiri membuatku tak bisa tidur, Bu?

Dulu, ketika cara berpikirku masih begitu sederhana. Aku pernah menyimpulkan bahwa semua dongeng itu akan berakhir bahagia. Ah, begitu mudahnya aku menyimpulkan ya bu? Jika dulu kau membacakan dongeng untuku agar aku tertidur, maka bisakah ibu jelaskan mengapa dongeng hidupku sendiri malah membuatku tak bisa tidur bu?

"Entah karena aku terlalu penasaran akan kelanjutan kisahnya, Atau ketika aku telah mengetahui akhir ceritanya, kesemuanya tetap saja selalu berhasil membuatku tak bisa memejamkan mata".

Dongengku tak berakhir dengan indah. Ah, tapi ini cuma sebuah kisah 'kan Bu? Nanti akan kuceritakan lagi dongengku yang lain.

Kisah Pangeran Malam dan Putri Siang akan ku akhiri bu, tolong jangan tanyakan akhir ceritanya. Ibu pasti sudah begitu mengerti bukan? Entah itu berakhir bahagia atau menyedihkan

"bukankah ibu selalu berkata selalu ada pelajaran yang dapat aku ambil?"

Ah, Akan kuceritakan lagi dongengku yang lain esok hari kepadamu bu, ibu masih mau mendengarkanya bukan? Kuharap ibu akan seantusias aku dulu ketika menunggu ibu berdongeng.