Pertemuan adalah awal sebuah percakapan yang berkelanjutan, entah itu akan berakhir bahagia ataupun meninggalkan luka. Aku tidak tahu akhir ceritanya seperti apa. Awal cerita, kita hanya kenal karena pada waktu itu kami berbarengan di event yang sama, booth kami bersebelahan karena memang masih 1 yayasan.

Awalnya, kita foto beramai-ramai bersama kedua team. Lalu kita bertukar nomor HP untuk mengirim foto kita. Percakapan kita tidak berhenti sampai di situ saja karena keesokan hari dan sampai hari ini pun, kita masih tetap berkomunikasi rutin, tidak ada pembahasan spesifik karena topik kita berubah-ubah.

Kesamaan yang tak sengaja:

* Sama-sama suka Juventus

* Sama-sama suka nulis

Advertisement

* Sama-sama nulis di Hipwee

* Nggak bisa nelen obat

* Sama-sama handle telemarketing

* Pakai jam di tangan kanan

* Alergi debu

* Tidak merokok/miras

* Suka Doraemon dari bocah

* Sama-sama bukan tipikal orang yang mudah bercerita banyak dengan orang yang baru dikenal

Percakapan denganmu secara rutin adalah hal yang sengaja ku lakukan. Karena aku harus banyak belajar dengan apa yang aku alami belakangan ini. Aku pun tidak tahu kenapa aku begitu cepat percaya dan bisa menceritakan segala isi hatiku ke kamu, begitu juga kamu.

Sejauh ini percakapan kita ke arah yang positif dan sama-sama membangun ke arah yang sangat baik. Dari subuh hingga malam, kami sama-sama mengingatkan ibadah masing-masing. Hal sederhana memang, tetapi entah kata-kata sederhana itu yang membikin ibadahku jadi lebih teratur dan membaik. Alhamdulillah.

Semuanya sudah diatur Allah, manusia hanya berencana namun Allah yang mengatur semua. Karena bahagia kita yang buat. Hidup kita hanya sekali saja, maka itu lakukanlah yang terbaik, yang mana berguna untuk semua orang.

Teruslah berjuang akan impian-impian yang ada, tidak ada hal yang mustahil di dunia ini, sama-sama saling support untuk apapun itu, biarkan orang berkata apa yang penting kita tak merugikan orang lain dan kita bahagia.

Insya Allah, Allah mempermudah semua yang kita butuhkan.