Tidak alasan bagiku untuk tidak menyukaimu, terlebih untuk tidak mencintaimu.Kamu sempurna dengan apa adanya kamu, dan yang paling aku suka adalah dirimu tanpa membuang segala kurang dan lebih mu Aku bahagia mengenalmu, meski tak pernah menjadi bagian terpenting dan terindah dalam hidupmu. Aku bahagia mengingat betapa tulusnya rasa ini untuk mencintai, mengagumi, dan menjadikan kamu bagian terindah dan terpenting dalam hidupku Aku tersenyum tiap kali aku tau kamu bahagia. Dan aku menangisi malam malam panjang ku saat aku sadari kebahagiaanmu bukanlah aku.

Aku tak marah, tak juga kecewa. Hanya saja aku berpikir seharusnya aku lebih bisa beruntung menjadi bagian dari alasan senyuman bahagiamu, tapi aku sadar aku tak seberuntung itu Untukmu yang selalu menjadi pangeran di hatiku. Menjadi alasan utama aku merasa bahagia karena mengenalmu. Aku sadari semua kekuranganku yang tak mungkin bisa sepadan denganmu. Tapi bagiku kebahagiaanmu menjadi bahagia tersendiri untukku. Meski tak aku pungkiri aku merasa patah hati jua.

Percayalah, ketulusanku ini tak pernah mencoba -bahkan memikirkannya saja tidak- untuk datang berada ditengah tengah hubungan kau dengannya. aku tak pernah berniat merusak apapun darimu. Aku berdiri dan menjadi saksi bisu kisah kebahagiaanmu. Aku percaya, jika kau memang diperuntukkan untukku, maka ribuan gadis yang menjalin hubungan denganmu sekalipun tak akan mampu merubah takdir tuhan. Dan jika memang kau bukan untukku, maka tuhan pasti sedang mengirim seseorang untukku. Bukankah jodoh selalu misterius?