Kabar gembira di HUT RI ke 70, cabang olahraga bulutangkis berhasil memperoleh Juara Dunia melalui Ganda Putra , Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan. Setelah keduanya juga merupakan satu-satunya perwakilan Indonesia yang menembus final kejuaraan Dunia. Di babak final yang diselenggarakan pada hari Minggu 16 Agustus 2015 mereka berhasil mengalahkan pasangan dari Tiongkok Liu Xiaolong dan Qiu Zihan.

Gelar juara ini tentu terasa manis karena diperoleh menjelang perayaan hari kemerdekaan Indonesia.

Memang keduanya bukan atlet sembarangan, pada tahun 2013 pasangan ini juga berhasil memperoleh medali emas di kejuaraan dunia. Setelah itu pun berbagai gelar juara masih bisa mereka raih, sebelum akhirnya kembali menjadi juara dunia di tahun 2015.

Sebagai olahraga yang masih kalah populer dibandingkan dengan sepakbola, sebenarnya cabang olahraga bulutangkis sudah terbilang sangat sering mengharumkan nama Indonesia. Salah satu momen yang paling mengharukan adalah ketika Susi Susanti dan Alan Budikusuma berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Barcelona 1992. Saat itu lagu Indonesia Raya berkumandang sebagai pertanda prestasi yang berhasil diraih Indonesia.

Kembali ke pasangan Hendra dan Ahsan, keduanya merupakan lambang kerjasama antar individu yang berbeda untuk meraih satu keberhasilan bagi negara. Tanpa menonjolkan perbedaan, keduanya berhasil bermain cantik hingga menembus final dan memperoleh gelar juara. Hal ini merupakan suatu contoh positif bagi kita semua, tanpa saling mengedepankan perbedaan suatu kerjasama akan berjalan dengan lebih baik.

Advertisement

Andai saja pemerintahan dan elemen masyarakat lainnya bisa bekerjasama seperti ini, tentu akan sangat bagus hasilnya.

Sayangnya beberapa kali kita menyaksikan, debat antar unsur pemerintahan masih sangat lekat dengan memajukan kepentingan sendiri. Entah kepentingan partai politik yang mendukung atau kepentingan golongan tertentu. Bahkan ketika ada tokoh yang berusaha berlaku benar, malah dicari-cari kesalahannya.Hasilnya bisa dilihat sendiri, pembangunan tersendat dan yang ada hanya saling lempar kesalahan.

Para atlet bulutangkis berprestasi dan berlatih walaupun tanpa sorotan dari media masa.Tidak banyak berdebat maupun pencitraan, tetapi hasilnya terlihat. Setelah melewati masa jayanya, sebagian besar dari mereka hanya menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja. Tetap jauh dari perhatian media maupun pemerintah. Beda dengan figur yang kerap muncul di infotainment, prestasinya tak jelas tapi terus ditampilkan di televisi. Menjadi contoh buruk bagi masyarakat.

Dari apa yang telah diraih cabang bulutangkis, bisa jadi sebenarnya memang Indonesia punya potensi untuk maju. Menjadi juara tentunya tidak mudah. Begitu juga untuk menjadi bangsa yang besar. Untuk menjadi juara, para atlet perlu berlatih keras, pantang menyerah dan tidak terbuai dengan hal di luar tujuannya. Indonesia perlu bekerja keras, tidak mudah putus asa dan juga fokus pada pembangunan yang penting.

Saat masih dalam masa "jaya", Indonesia banyak fokus pada sektor agraria alias pertanian. Sampai sempat tercatat sebagai negara yang berhasil dalam swasembada pangan, tidak bergantung pada negara lain untuk urusan konsumsi pangan dalam negeri. Namun demikian saat fokus kita tergeser menjadi negara industri, mulailah kita ikut-ikutan impor ini dan itu yang menyebabkan menumpuknya hutang.

Padahal Indonesia sudah dimodali tanah yang subur dan kekayaan laut yang berlimpah.

Catatan perjalanan cabang bulutangkis di Indonesia pastinya tidak melulu dihiasi dengan gelar juara. Ada saatnya terjadi kekalahan. Termasuk bagi pasangan Ahsan dan Hendra, ada saat mereka gagal memenangi suatu kejuaraan. Tetapi ini tidak membuat mereka berhenti berlatih. Mereka tidak diam saja melainkan terus berjuang sampai kembali menjadi juara. Begitu juga saat ini mungkin negara kita mengalami berbagai masalah.

Namun bila mau berjuang, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi negara yang lebih baik lagi.

Semoga seperti atlet yang bisa fokus untuk berprestasi, Indonesia juga bisa fokus untuk kembali mengejar kejayaannya. Akhir kata, penulis mengucapkan selamat kepada Ahsan dan Hendra serta tim yang sudah mendukung mereka berdua, semoga bisa terus berprestasi. Selain itu tentunya juga penulis mengucapkan selamat ulang tahun Indonesia!