Rintik demi rintik hujan mengenai wajahku, bersama itu pula angin datang membawa sejuta kenangan antara kau dan aku. Kenangan yang sampai saat ini masih teringang di ingatan ku, kenangan yang juga menjadi saksi antara kau dan aku. Ketika dia datang, aku pikir itu hanya khayalan semu. Tapi dugaan ku salah, ternyata itu bagian dari beberapa keping kenangan yang masih aku ingat tentang kita berdua, bukan berdua mungkin hanya kenangan yang aku rasakan sendiri. 

Dengan seiring berjalannya waktu, aku terus berusaha untuk memantapkan hati ku untuk berlari jauh dari kenangan kita. Walaupun didalam kenangan itu begitu banyak bisikkan namamu yang sudah bersarang direlung hati dan ingatan ku, dan yang pada akhirnya pun aku tersadar sendiri akan semuanya itu dan membuat aku menjadi keliru akan kenangan itu. Disaat aku sudah merasakan keliru yang begitu berkobar-kobar, aku berusaha terus berlari tanpa melihat kenangan itu dan terus berusaha untuk menyelamatkan diri ku meskipun itu membutuhkan usaha yang begitu besar.

Kau tau? Semakin besar usaha ku untuk berlari dan meninggalkan kenangan itu, kenangan itu tetap terus muncul dengan sendirinya dan mempermainkan hatiku. Apa salahku padamu?. Kau senang karena aku tidak berhasil melupakanmu? Kau senang aku mengingat semua kenangan itu dan menangisi hal yang tidak begitu berguna untuk ditangisi?. Ahh, dirimu begitu menggemaskan dan keterlaluan!.

Disaat aku sedang sendiri dan tidak melakukan apa-apa. Aku selalu teringat dengan kisah yang sudah kita bangun dengan indah dan faktanya sekarang sudah tidak ada lagi dan sudah sirna. Jika aku memilih mengikuti kata hatiku untuk melangkah ke hatimu, maka aku akan mengikuti itu dengan sepenuh hati. Walaupun pada akhirnya di ujung sana akan terlihat luka yang melambai-lambai dengan tidak penuh rasa bersalah, dan aku akan tetap berjalan dengan tegar dan tak akan berhenti.

Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang? Mencintaimu dan merindukanmu dalam diam? Melihat kau meng-upload foto berdua dengan teman perempuan mu atau … ?.

Advertisement

Kalau kamu tidak mencintaiku, jangan beri aku harapan yang begitu tinggi. Aku berkata seperti Itu bukan karena kita yang tidak sejalan, tapi karena kenangan kita yang tak mungkin semudah itu untuk dilupa. Itulah yang membuat aku terus merindukanmu sampai saat ini. Dan aku akan tetap diam berdiri disini menunggumu sampai kau menjemput aku kembali kedalam hatimu yang begitu hangat.

Haaa.. aku sudah tidak mampu berkata-kata lebih lagi. Biarlah kenangan itu terus menyerangku dan biarlah rindu yang aku punya terus terbang dengan sendirinya untuk bertemu dengan hatimu. Semoga rinduku sampai ke hatimu dan membawa kabar cinta yang begitu indah. Walaupun suatu saat nanti kita akan bertemu secara tidak terduga dan mungkin dengan pertemuan yang tak terduga kita itu menandakan kita adalah "jodoh"? Aku tidak berharap banyak. 

Salam rinduku padamu untuk kamu yang jauh disana yang tak tersentuh. -Mr.S-