Aku tidak tahu pasti kapan kamu akan menemukan dan membaca tulisanku ini. Mungkin kamu akan membacanya dalam perjalanan pulangmu sambil menikmati macetnya jalan ibukota, atau saat kamu beristirahat sebelum tidur, atau… Mungkin juga kamu membacanya saat kita sedang berada di dalam satu tempat yang sama. Tempat yang selalu mempertemukan kita sehari-hari, sebuah rumah yang penuh dengan orang-orang kreatif tempat kita bekerja.

Aku masih ingat kali pertama kamu datang ke sini, saat aku sedang sibuk-sibuknya mengerjakan berbagai projek dengan deadline yang mendesak. Aku ingat dengan jelas saat itu aku tidak tertarik sedikitpun untuk berkenalan denganmu. Bahkan setelah berbulan-bulan kamu hadir, aku pun masih seru dengan duniaku sendiri.

Sampai akhirnya keadaan membuat kita semakin sering berpapasan dan pada akhirnya kita pun sering bercanda satu sama lain. Candaan-candaan yang aku tahu tidak pernah berarti apapun untukmu, tapi selalu membuatku tersenyum-senyum sendiri seperti anak kecil yang baru saja dihadiahkan mainan yang sudah ia idam-idamkan sejak lama.

Seiring waktu berjalan, aku pun sadar jika aku semakin senang semenjak kamu ada di sini. Aku seakan kembali menemukan diriku yang dulu, yang selalu ceria dan positif. Itulah alasannya mengapa aku menyukaimu. Those good vibes and laughs you bring make me always get up with an excitement everyday knowing that we will meet in the office and that means there is always a good day to embrace.

Tapi, setiap pagi aku bangun dan berangkat ke kantor, setiap kali itu pula aku tahu hatimu tidak akan pernah bisa kumiliki, karena sudah ada dia yang mengisi hatimu. Bukan, bukan karena dia perempuan terbaik dan tercantik yang ada.

Advertisement

Aku yakin setiap perempuan punya keunikan dan kelebihannya masing-masing di mata orang-orang yang bisa melihatnya. Dan kebetulan, dialah yang paling menarik bagimu. Dia yang selalu menjadi terbaik di matamu. Dan sama seperti aku yang diam-diam mengagumimu, kamu pun diam-diam tak pernah berhenti mengaguminya.

Aku tahu kita tidak pernah bisa memaksakan kehendak kita kepada siapapun, apalagi masalah hati. Maka, aku pun tidak pernah berharap banyak kepadamu. Mungkin orang bisa bilang aku pengecut, tapi sesungguhnya aku memang lebih menyukai mengagumimu diam-diam dari sini dan menikmati setiap hari yang ada sebagai temanmu.

Aku adalah jenis orang yang yakin, jika memang jodoh mungkin suatu saat nanti kita akan bertemu lagi entah kapan dan di mana. Siapa yang tahu sih apa yang akan terjadi nanti?

Namun untuk saat ini aku hanya ingin berterima kasih kepadamu. Untuk setiap hari-hari menyenangkan yang kamu bawa, hari-hari yang selalu berhasil membuatku tersenyum. Sedikit susah untuk menjelaskannya, tapi seakan ada kesenangan dari dalam diri ini yang membuatku lebih bersemangat menghadapi semuanya, entah itu menghadapi kerjaan atau hanya dalam menghadapi orang-orang di sekitarku, semuanya terasa lebih menyenangkan.

I thank you for being yourself because it's always been your best way to make people around you be happy. Thank you for being the others' sunshine and for your next days and years ahead, I wish you happy 🙂