Hai pria tampanku. Sedang apa kamu di ujung siang seperti ini, masihkah kamu mengingatku? Wanita yang dulu pernah mematahkan hatimu. Di saat kamu ingin memulai sebuah hubungan yang serius dan aku menghancurkan segalanya. Hai pria tampanku, masih ingatkah kamu tentang mimpi yang kita rangkai berdua di ujung telepon lalu? Dan di saat yang bersamaan aku menangis sejadinya karena kamu adalah satu – satunya pria yang membuatku jatuh hati dengan seluruh hati yang aku punya.

Hai pria tampanku, masih samakah senyuman milikmu? Aku rindu dengan senyuman milikmu, seyuman yang selalu berhasil menyapu seluruh beban di hatiku. Hai pria tampanku, kulihat ada seseorang yang berdiri di belakangmu saat ini, dan semakin aku mendekat aku yakin bahwa aku sedang melihat wanita yang kini telah menggenggam tanganmu erat.

Kamu pernah bilang bahwa saat ini kamu tengah mengejar masa depanmu, diakah? Tahukah kamu hatiku mengilang seketika saat aku melihat wanita itu. Hai pria tampanku, berbahagialah kamu sekarang, seperti apa yang telah kamu beri untukku selama 6 tahun aku mencintaimu. Inilah pemberianku, mungkin aku tidak bisa membahagiakanmu secara langsung. Tapi terimalah persembahan ini aku tidak akan mengganggu kalian, karena aku ingin kamu tetap memiliki senyuman yang sama, walaupun bukan aku alasannya.

Bukankah aku sudah cukup bahagia dengan senyuman itu? Hai pria tampanku, percayakah kamu jodoh tidak akan pernah tertukar? Di sisa – sisa harapan yang masih aku punya, bahwa aku percaya semua ini memiliki arti. Darimu aku belajar bagaimana mencintai sebaik – baiknya. Berbahagialah kalian salam rindu dari seseorang yang selalu kau tuju.

Dulu.