Berapa orang yang perduli dengan sikapmu, dengan tuturmu, dengan etika etika yang tidak tertulis tapi menjadi landasan orang menilaimu.

"Halah, ngapain perduliin kata orang. NGGAK PENTING!"

Kalimat itu sudah sering saya dengar, dan kadang saya juga mikirir kenapa seseorang bisa berkata seperti itu? dan sekarang mengapa saya bisa berkata seperti ini.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa ketika bertemu dengan seseorang atau hanya sekedar berkomunikasi via media sosial, telpon, dan sms, hal yang pertama kita nilai adalah tutur kata dan sikapnya menghargai lawan bicaranya. Namun kebanyakan orang malah berfikir bahwa sikapnya tidak akan mempengaruhi apapun dalam lingkungannya.

Seseorang yang berprestasi pun, bahkan kaya sekalipun, akan terlihat cacat dan mungkin dijauhi, karena sikap dan mungkin tutur katanya yang tidak menghargai orang lain.

Advertisement

Coba deh kalian tanya sama temen-temen kalian yang santun, pinter dan sopan, gimana cara dia menilai seseorang itu pantas untuk menjadi temannya atau tidak. Saya rasa tidak ada seseorang yang ingin memiliki teman seorang brandal, tidak tau sopan santun apalagi nggak tau diri. Wkwkwkw

Sebagai manusia yang memiliki kebebasan dalam memilih lingkungan, kamu pun harus memilih lingkungan yang terbaik untuk kehidupan bersosialmu. Karena tidak bisa dipungkiri, lingkungan akan mempengaruhi sikap dan cara pandangmu terhadap apapun yang sedang kamu hadapi. Sikap sikapmu nanti yang akan membawamu kearah yang baik atau buruk sekalipun.

Tentu, kita akan bermimpi untuk menjadi orang besar yang menyenangkan, bukan? Maka tak ada salahnya kita pupuk sikap-sikap baik kita, kita biasakan diri kita untuk bersikap baik dan menghargai orang sekitar kita, dan terlibat menjadi insan yang berkepribadian baik serta santun. Aduh, siapa sih yang nggak mau jadi orang yang dikenal baik dan santun. Hehe