Mungkin benar bahwa hidup terasa semakin pendek jika dihabiskan hanya untuk menangisi kesedihan berkepanjangan. Satu hal yang pasti dalam usaha merelakan kehilangan adalah dengan tidak membicarakan apapun perihalnya. Menangislah tapi jangan terpuruk. Sebab tissue tidak akan cukup untuk menghapus genangan airmatamu. Percuma mengeluarkan segala amarah dihati, jika tuhan berkata 'Bukan dia, kamu bisa apa? Penolakan hanya cara bagi tuhan menjelaskan bahwa kamu sedang salah jalan. Yah, kamu benar. Mereka juga benar. Bahwa sekeras apapun kamu memaksa, tetap saja tak akan menjadi milikmu jika tuhan berkata bukan milikmu. Yang kamu perjuangkan sekuat usahamu pun, jika tuhan tetap berkata Bukan juga milikmu. Tetap juga berlalu segala yang pernah kamu layani dengan hatimu.

Ini hanyalah sebuah belokan saja, masih belum akhiran. Kamu yang sekarang mengalami kehilangan yang kesekiaanya, tetap tanamkan dalam kepala bahwa segala yang menjadi milikmu tidak akan pernah menjadi milik orang lain dan ini hanyalah sebuah bahagia yang masih belum waktunya. Jadi untuk apa terburu-buru menafsirkan bahwa kamu bukanlah siapa-siapa? Kamu adalah jiwa-jiwa tangguh yang sedang berjuang mencapai puncak menang. Tetaplah berjuang, tetaplah berhati lapang. Meski kata-kata ini tidak membantumu sama sekali. Meski kehadirannya hanya sekejap pandangan, setidaknya kamu bisa belajar dari pengalaman. Bukan kamu yang salah, cuma waktu yang terlalu cepat singgah dan membuatmu lengah.

Anggap saja yang pernah singgah adalah tokoh yang pernah berperan sebagai tokoh utama dan hanya orang yang lewat begitu saja. Semua bahagia yang pernah kamu abadikan dalam ceruk kenangan, sudah saatnya untuk direlakan. Bahkan ketika rindu mengajakmu untuk bercerita tentang kisah yang telah kamu coba hilangkan, Abaikan. Karena kamu harus mengerti bahwa dalam hidup kita tidak dituntut untuk menjadi setia kepada satu yang memilih pergi. Masih ada yang lebih berhak untuk setiamu nantinya. Bersabarlah dalam keyakinan dan doa-doa pada pencipta. Selamanya kita tidak akan bisa beranjak dari masa silam jika terlalu memaksa untuk melupakan. Merelakan dan tidak membicarakannya adalah jalan untuk benar-benar membebaskan hati dari segala kesedihan. Tuhan yang akan menuntun hati untuk kembali. Jangan pernah sesali sebuah perjumpaan, sebab darinya kamu belajar arti sebuah kebahagiaan nantinya. Cinta yang besar berasal dari hati yang pernah tertinggalkan. Jiwa yang setia berasal dari cinta yang pernah tertanggalkan.

Tetaplah tersenyum dan bersyukur wahai hati, sebab tuhan tidak pernah melukai.

Daripada menangisi keadaan alangkah lebih baik kamu menertawakan kebahagiaan yang sedang tuhan hadirkan. Salam