Rapat paleno terbuka hasil penetapan pasangan calon pemelihan walikota dan wakil walikota pekanbaru priode 2017-2022. Komisi pemelihan umum kota pekanbaru menetapkan 4 pasangan calon lolos dan ikut dalam peserta pilkada 2017-2022. Dimana rapat pleno terbuka pengumuman hasil penetapan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota di buka langsung di sampaikan oleh ketua KPU kota pekanbaru, Amiruddin Sijaya. Di dampingi aggota Komisioner KPU kota Pekanbaru dan di saksikan Ketua KPU Riau dan aggota juga panwalsu kota Pekanbaru, senin (24/10) di aula Pekanbaru Maka sesuai hasil rapat KPU kota Pekanbaru Nomor surat Keputusan Nomor: 59/kpts-004.435265/X/2016 Tentang Pasangan calon yang telah memenuhi syarat calon walikota dan wakil Walikota Pekanbaru memutuskan.

Kesatu, Pasangan Dr Sharil – Said Zohrin sebagai calon Walikota dan wakil Walikota Pekanbaru dari jalur Independen

Kedua, Pasangan Ramli Wahid – Dr Irvan Herman calon walikota dan wakil Walikota Pekanbaru dari jalur partai politik

Ketiga, Pasangan Dr Firdaus MT – Ayat cahyadi calon Walikota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru dari jalur partai politik,dan

Keempat , Pasangan H Herman Nazir-Devi Kurniawan calon Walikota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru dari jalur Independen.

Advertisement

Harapan, kalimat ini lah yang terbenak di dalam hati masyarakat kota Pekanbaru yang di mana kita ketahui akan di adakannya pilkada pemilihan Wali Kota pekanbaru periode 2017-2022. yang sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pilkada merupakan sarana untuk mewujudkan sistem demokrasi secara utuh serta sebagai langkah merealisasikan kedaulatan rakyat. Selain itu, masyarakat Pekanbaru juga selalu menaruh harapan besar dari setiap momentum Pilkada tersebut. Masyarakat Pekanbaru berharap akan ada perubahan mendasar bagi kehidupan dan penghidupannya pasca Pilkada, yaitu meningkatnya tarap kesejahteraan oleh pemimpin yang terpilih nanti.

Memeiliki pemimpin yang tegas, jujur dan adil serta memiliki Prinsip hidup menjadi kepala daerah yang bekerja sebagai ibadah dan di lakukan dengan penuh rasa ikhlas. Pandangan filosofis ini bahwa bekerja tidak hanya mengelembungkan perut semata,melainkan lebih dari itu. Kerja adalah untuk menata ulang hidup, agar lebih baik. Menata generasi keluarga ke depan, agar memiliki kehidupan yang layak, baik di mata masyarakat atau di mata Allah SWT agar kita harus mampu menciptakan generasi yang tangguh, generasi yang mampu menciptakan kehidupan yang lebih baik, generasi yang memiliki itikad membangun peradaban dengan akhlak mulia. Kunci kerja sebagai ibadah adalah akhlak mulia. Dengan akhlak mulia yang harus di wujudkan dalam kehidupan sehari-hari,akan memberi dampak positif pada suasana di ruang kerja lebih hidup, dinamis serta penuh keteduhan. Inilah sikap seorang pemimpin yang islami dan selalu memberikan yang terbaik pada masyarakat perinsip bekerja melayani masyarakat adalah ibadah memudahkan bangsa ini, termasuk di kota pekanbaru sebagai kota madani. Inilah sosok pemimpin yang sangat di harapkan oleh semua masyarakat pekanbaru untuk mengatur kursi pemerintahan. Dengan itu semua pasti akan terwujud suatu harapan yang sudah lama di idam-idam kan sejak lama.

Setidaknya terdapat alasan yang menyebabkan di mana masyarakat Pekanbaru berpandangan bahwa pilkada langsung akan membawa harapan besar bagi kehidupan masyarakat Pekanbaru yang di antara lain adalah:

Yang Pertama, pilkada langsung menjadi momentum bagi partisapasi politik masyarakat secara langsung. Yang di mana hakikat demokrasi adalah adanya partisipasi politik secara langsung. Kesadaran bahwa memelih pemimpinnya secara langsung akan membawa pengaruh pada tingkat kecerdasan politik masyarakat. Setidaknya masyarakat dapat menentukan sikap siapa pemimpinnya yang dapat membawa aspirasinya secara baik.

Kedua, pilkada langsung memeberikan kesempatan kepada semua elemen masyarakat untuk mencalonkan dan dicalonkan dalam pemelihan. Dengan demikian, persepsi yang mengatakan bahwa politik pemerintahan hanya akan berpindah dari elit satu ke elit lainnya dapat terbantahkan, sebab pilkada langsung akan menghasilkan kepemimpinan baru yang bisa jadi sama sekali berbeda dengan elit politik yang ada sebelumnya.

Ketiga,pilkada langsung akan dapat mengurangi praktik money politic (politik uang). Berkurangnya praktik politik uang ini di asumsikan dapat mendorong pemerintahan yang bersih. Sehingga turunnya akan tercipta pemerintahan yang efektif dan lebih fokus pada realisasi program-program.

Keempat, Pilkada langsung memungkinkan menyaring calon kepala daerah dari putera terbaik daerah tersebut. Hadirnya putera terbaik daerah menjadikan semangat memiliki daerah dari menjadi tinggi, dan akan berimplikasi kepada semangat untuk membangun daerahnya dan mensejahtrakan masyarakatnya jadi tinggi.

Kelima, Pilkada langsung juga dapat memanimalisir peraktik korupsi,kolusi dan nepotisme (KKN). Dimana pilkada langsung di harapkan menghasilkan kepala daerah yang memiliki komitmen untuk tidak akan memperaktikkan KKN di pemerintahannya.

Keenam, Pilkada Serentak dapat menjadikan model pemilihan secara langsung langsung dengan efektivitas dan efesiensi yang signifikan, baik terkait anggaran maupun waktu konsolidasi di mana bangsa Indonesia memiliki waktu konsolidasi membangun secara lebih efektif.

Permasalahannya adalah, apakah harapan tinggi dari masyarakat tersebut dapat terealisasi? Pertanyaan tersebut cukup mendasar dan sengat penting. Mungkin tidak lebih dari 20% ( dua puluh persen ) kepala daerah hasil pilkada yang mampu menjalankan amanah rakyat, bahkan ada sosok pemimpin hanya mengubar janji-janji manisnya saja pada saat pencalonan diri dan sesudah dia terpilih janji-janji itu lenyap seperti asap yang tertiup angin lalu hilang entah ke mana. Dan kekhawatrain bertambah mengingat informasi yang berkembang di media massa bahwa begitu banyak pemimpin yang justru mengabaikan amanah rakyat dengan prilaku-prilaku tidak bijak dan hanya menikmati gaji bulanannya saja sedangkan hasil kinerjanya NOL besar.

Terlepas dari hal itu bahawa pilkada langsung tertntu harus mampu di jadikan sebagai momentum bagi perubahan pola dalam mewujudkan kesejahtraan rakyat khusus nya di kota Pekanbaru. Para Pemimpin di harapakan melakukan kerja-kerja nyata. Tidak hanya melalui janji kampanye-kampanye yang begitu manis yang di umbarkan dari mulut ke telinga masyarakat yang begitu megah dan luar biasa namum minim di realitanya. Kemudian pemimpin juga harus terus melakukan pembangunan demi kesejahtraan serta menindak tegas orang-orang maupun kelompok-kelompok yang akan merusak kesatuan dan persatuan di dalam masyarakat. para Pemimpin daerah yang terlahir dari pilkada langsung ini harus mampu memenuhi harapan dan keyakinan masyarakat bahwa pilkada langsung akan menghasilkan kepala daerah yang mampu membangun kota Pekanbaru ini lebih baik dari pada sebelumnya, berkualitas dan memiliki komitmen untuk mensejahterakan masyarakat serta memiliki sikap yang ramah, disiplin, cepat dan tanggap atas keluhan masyarakat dan bukan dikatakan seperti tadi yang hanya menikmati gaji bulanan nya saja serta anti terhadap korupsi, kolusi, nepotisme (KKN).

Untuk itu selamat bertarung calon pemimpin Pekanbaru dan kelak jika engkau menjadi pemenang, buktikanlah janji manismu yang terucap di mulut mu lalu terdengar di telinga kami karena di dalam islam apa yang si katakan dengan janji maka itu menjadi sebuah hutang yang harus di bayar.