"Ya Allah, jika dia jodohku tolong dekatkanlah, jika dia bukan jodohku, tolong tulis dia sebagai jodohku"

Pernahkah rentetan kata ini terucap di do'amu? Mungkin di antara kalian pernah, bahkan akupun juga pernah hingga kinipun do'a itu terucap dari bibirku sambil menyebut namamu.

Ya do'a dan harapan ini masih menjadi ritualku, mungkin ini harapan semu yang tak pernah ada kita, yang ada adalah antara kau dan aku. Mungkin kelak kata aku dan kamu bisa berubah menjadi kita, ini perjuangan yang sulit bagiku. Karena mengharapkan kamu, seperti berharap langit runtuh, bahkan banyak orang yang tak akan percaya dengan doa dan harapan ini. Seperti kau tahu langit dan bumi tak bisa bertemu, kau pangeran dan aku hanyalah kasta terendah.

Jika dia jodohku tolong dekatkanlah, jika dia bukan jodohku maka, aku tak tahu siapa yang bisa aku cintai lagi. Kau tahu hanya Tuhan yang tahu apakah kelak do'a ku akan terkabul akankah kita bersatu. Hanya doa semu itu yang selalu aku ucapkan.

Mungkin, tak ada yang tahu seperti apa, tapi jika kau tahu. Ketika Allah berkata "kun fayakun" jadi maka jadilah.

Advertisement

Akan ku tunggu rahasia besar itu, antara aku, kau dan do'aku