Dalam redup doa, harapan akan menjelma bahagia. Pertanda sebuah rasa bukan hanya rasa percuma melainkan rasa kepemilikan. Wahai jiwa, berhentilah memaksa. Sebab kehidupan selanjutnya masih sebuah misteri bagi makhluk yang bernyawa. Bahkan cinta yang sedang menunggu takdirnya untuk menjemput tidak pernah tahu kapan waktunya. Entah sampai atau hanya masih perputaran nasib yang belum jelas adanya. Tapi toh, dia tetap akan datang hanya saja butuh waktu, usaha dan doa.

Dan kamu yang masih dengan pikiran naifmu, tidak usah hiraukan segala kebisingan yang memenuhi udara. Serta Suara-suara yang mempertanyakan "Kapankah kabar gembira itu tiba? Oh andai saja yang ditanya lebih tahu kapannya tentu tak akan pernah ada pertanyaan atau cibiran seperti itu. Its okay, itulah kehidupan. Manusia punya batas usia, dulu waktu sekolahan kita hanya dipusingkan oleh soal matematika setelah dewasa, tetap angka-angka yang membuat kita semakin pusing. Perputaran hidup tak pernah berubah. Hanya sedikit bergeser saja. Senyuman yang membingkai, bercampur aroma air mata yang tak pernah usai. Bagaimana pun berusaha untuk tertawa, hati tetap nelangsa.

Hai teman, Hujan badai akan lewat. Tidak selamanya hati sendirian. Uraikan semua kecemasan dalam pikiran, larutkan dan biarkan terbawa hujan. Kita hanya sedang menunggu jam berdentang dan musim ketidakpastian mereda. Selama doa tak pernah redup, selama itulah harapan tetap hidup. Kehidupan selalu meletakkan manusia pada level yang berbeda-beda. Level sudah merasa bahagia, level mencapai rasa bahagia, level yang menganggap dirinya sudah benar bahagia. Dan level yang sedang menanti untuk bahagia. Diposisi manapun kita berada, kita bukan satu-satunya yang belum bahagia. Hanya saja kita terlalu melihat segala hal dari sisi pesimis. Mempercayakan segalanya pada tuhan, tidak akan membuat hidup kita tak bahagia.

Bahagia hanya permainan pikiran begitupun sebaliknya kesedihan. Jika terus-terusan bepikiran kamu tidak bahagia, selamanya kamu terus berada dalam zona yang sama. Kenapa tidak mencoba berpikiran bahagia dari sekarang. Daripada menyalahkan diri sendiri lebih baik menjadi bahagia untuk memberi bahagia yang baik untuk dia yang menetap selamanya. Lagipula Kita punya banyak sekali waktu, tak usah terburu-buru; Tuhan tepat waktu.

Pada waktunya, semua itu akan datang sendiri.

Advertisement

Dan satu-satunya hal yang bisa menggagalkan semua yang tertulis di atas adalah keraguanmu.

Katakan pada diri, bahwa kamu mampu mencapai titik itu. Dan Selama pengharapan hanya pada tuhan semata, tidak ada kata mustahil ketika dia menghendakinya.

Salam Bahagia.