Sebagai seseorang yang tidak terlalu pandai bercerita saya lebih memilih mendengarkan atau membaca cerita orang lain. Sepertinya cerita-cerita mereka lebih menarik, lebih menyenangkan, lebih seru.

Namun terkadang efek negatif mendengarkan cerita seseorang dan kita terlalu minder bercerita adalah “IRI”. Aku malah terjebak membanding-bandingkan diriku dengan orang lain. Membanding-bandingkan diriku dengan mereka. Anehnya aku bahkan bisa saja iri dengan kisah sedih mereka.

Hidup mereka sepertinya lebih bahagia, lebih enak, lebih mudah dan juga lebih menyenangkan.

Kalau sekedar iri sekilas mungkin gakpapa. Bagaimana jika sampai membuat kita menjadi minder atau merasa gak cukup baik. Kemudian kita membuat status tergalau sejagad raya “Bolehkah aku membenci hidupku?” atau “Aku benci hidupku”.

Iya, kita membenci hidup kita sendiri. Seakan-akan kita gak punya tujuan, gak tahu harus kemana, gak tahu harus menjadi apa, bingung memilih menjalani hidup ini harus bagaimana. Sedangkan orang di luar kita sepertinya lebih bahagia, lebih bersemangat, tanpa beban dan bisa menjadi diri mereka sendiri.

Advertisement

Aku pernah terjebak cukup lama dalam rasa iri, merasa tak cukup baik, membenci hidup ini. Hidupku terasa lamban dan membosankan. Beban seperti bertambah-tambah. Gak ada kemajuan. Lalu aku menunggu dan menunggu berharap hidup mencintaiku.

Bagaimana mungkin hidup mencintai kita tapi kita malah membencinya? Apa dengan membencinya kita bisa bahagia? Atau kita malah terbiasa berpura-pura menjadi korban dan orang-orang di luar sana adalah penjahatnya? Seberapa sering kita buta dengan anugerah yang Tuhan berikan untuk kita dan menginginkan anugerah yang diberikan kepada orang lain.

Hidupmu itu kisah seru katanya. Haaa masa sih? Perasaan biasa aja.

Syukurnya iri ini mudah terdeteksi. Aku mengakuinya dan aku ingin mengganti iri hati ini dengan kesyukuran. Kemudian aku mulai mencari hal-hal baik yang pernah terjadi, mencari keunikan-keunikan orang-orang yang pernah aku temui, menghitung-hitung semua hal yang diberikan Tuhan untukku.

Ternyata benar hidup kita itu kisah yang seru. Hanya perlu merangkul hidup kita sebaik-baiknya. Cerita orang lain tentang kesuksesan atau pun kegagalannya membuat kita belajar, menjadi motivasi untuk membuat kita jadi lebih baik.

Mulai dari hari ini yuk cintai hidup kita. HIDUP KITA ITU KISAH YANG SERU!!! BENERAN DEH… kita gak perlu menjadi atau hidup seperti orang lain. Temukan kebahagiaan kita dari hal-hal yang sederhana, mungkin dengan menikmati secangkir kopi di minggu pagi, tidur seharian, apa pun yang bisa buat kita bahagia lakuin aja.

Mulai saat ini nekat aja menyukai hidup kita apa adanya. Rasanya kita mungkin gak akan pernah cukup bangkrut, cukup sakit, cukup jelek, cukup bodoh, cukup gagal hanya untuk membuat kita bahagia. Menulis kisah-kisah seru yang pernah ada dalam hidup ini. atau mungkin kita punya orang tua yang gak peduli, dikhianati seseorang, atau dilukai orang-orang jahat di luar sana. Lepaskan mereka yang tinggal gratis dan mengganggu pikiran kita.

“ Mungkin kemarahan bisa membuat kita bertahan hidup, tapi keyakinan juga bisa.”

kata Kurt Wagner di film X-Men 2

Yakin deh saat kita nekat menyukai hidup dan diri kita apa adanya, kita menarik orang-orang baik yang akan menyukai kita apa adanya, menemukan seseorang yang punya minat yang sama dengan kita, terkadang bahkan bila kita benar-benar mencintai hidup ini hari-hari akan seperti keajaiban. Gak ada siapa pun yang akan melukai kita, toh gak masalah karena kita selalu memilih untuk ceria dan bahagia. Seperti Kurt Wagner yang mengerikan itu, keyakinan juga bisa. Tapi keyakinan butuh syukur dan kesabaran