Ibu

Terima kasih atas kasih sayang tanpa batas yang tak pernah mengharap balas. Terima kasih sudah menjagaku dengan cucuran keringat dan airmata. Aku semakin beranjak dewasa, tapi tetap menjadi gadis kecilmu yang senang dimanja. Tanpamu aku hanyalah manusia papa. Nasehatmu selalu menjadi pembimbing yang utama. Senyum yang tersungging di wajahmu adalah hal terbaik yang melebihi dunia dan seisinya. Tak pernah terbersit sedikitpun untuk menggores luka di hatimu yang sempurna. Tapi sejenak aku mulai lelah untuk mencerna arti bahagia yang engkau maksudkan untuk aku terima.

Ibu

Sudah berulangkali aku menceritakan banyak pria kepadamu. Tapi tidak satupun sanggup menyentuh hatimu. Terlontar banyak alasan semu yang terkadang letih untuk aku dengar. Bukannya aku mengingkari ketaatan, aku hanya ingin dilibatkan dalam mengambil sebuah keputusan. Karena ini juga menyangkut hidup yang akan aku jalani berpuluh-puluh tahun ke depan. Tapi akhirnya aku hanya bisa pasrah karena ucapanmu dengan ajaibnya menjelma menjadi doa yang dengan mudahnya diamini semesta.

Ibu

Advertisement

Aku letih mengartikan kriteria yang engkau idamkan. Aku tidak butuh pria berwajah tampan dengan karir yang membanggakan. Urusan kemapanan akan bersama-sama kami perjuangkan. Atau usia yang seringkali menjadi obrolan membosankan. Seseorang yang sanggup membuatku menyunggingkan senyuman dan membuatku merasa nyaman. Dia yang mempunyai komitmen untuk tetap tinggal meski seberat apapun rintangan. Dia yang mampu membimbingku menuju ketaatan. Tidakkah seseorang sepertinya cukup menentramkan untuk menjadi seorang calon imam? Tapi ibu memilih menolak sebelum dia sempat sampai di depan gerbang.

Ibu

Restumu merupakan jalanku menuju hidup penuh keridhoan. Izinkan aku meraihnya tanpa banyak perdebatan panjang. Kenali dia bukan hanya lewat cerita atau foto semata karena penilaian semacam itu tidak cukup paripurna. Biarlah gadis kecilmu memilih pria yang dia suka. Meski hati ini mungkin memilih melalui cara paling gila, tapi tidak pernah sekalipun aku meninggalkan logika. Karena itu izinkan dia bertandang ke rumah, siapa tahu ibu suka? Hingga akhinya doa ibu dan doaku bersama mengangkasa untuk satu tujuan yang sama. Kebahagiaan.