Sahabat www.netizeninfo.com salam jumpa kembali.

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai IKHLAS, sungguh mengucapkan katanya sangatlah mudah sekali, namun aplikasi dari kata ini sangat sulit. kita tidak pernah tahu siapa orang yang sudah mendapatkan keikhlasan dalam hidupnya. Jika kita lihat dan telusuri berbagai cara dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan pujian, nama baik, ketenaran, harta dan lainya. Namun sulit untuk menemukan orang-orang yang membantu dengan ikhlas terhadap seseorang, atau hal ini hanya sebagai wacana saja? lalu bagaimana sebenarnya IKHLAS itu? bagaimana aplikasinya? Bagaimana kita mengetahui bahwa seseorang itu telah IKHLAS? baik dalam memberi materi maupun dengan bantuan tenaga.

Sungguh banyak sekali pertanyaan yang berkecamuk dalam diri kita tentang hal ini, apakah masih ada orang yang IKHLAS di zaman serba materi ini? di saat semuanya dinilai dengan uang? lalu apakah dengan tidak dinilai dengan uang sesuatu itu bisa dikatakan sebagai sebuah KEIKHLASAN? adakalanya orang mengartikan bahwa ikhlas itu adalah menerima apa adanya, apakah benar demikian? jika kita menerima sesuatu apa adanya tanpa mengetahui dari mana asal-usul pemberian tersebut atau tanpa usaha apapun? apakah dapat dikatakan kita sudah ikhlas?

Ikhlas adalah memurnikan ibadah atau amal shalih hanya untuk Allah dengan mengharap pahala dari Nya semata. Jadi dalam beramal kita hanya mengharap balasan dari Allah, tidak dari manusia atau makhluk-makhluk yang lain.

Dalam sebuah forum diskusi, sahabat saya telah memberikan beberapa pandangan tentang IKHLAS, Ikhlas itu menentukan diterima atau tidak diterimanya aktivitas kita sebagai ibadah, karenanya pastikan ia senantiasa menyertai setiap aktivitas kita, mungkin saja IKHLAS tersebut tidak bisa kita raih dengan sempurna, namun kita tetap berusaha untuk meraihnya dan setidaknya mendekati sifat mulia tersebut.

IKHLAS

Bagaikan Embun

Bening Berkelas

Kehadirannya ditunggu

dan Menyejukkan

Advertisement

Berikut adalah usaha yang dapat dilakukan untuk menuntun kita menjadi orang yang ikhlas:

Ikhlas itu…. Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.

Ikhlas itu… Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.

Ikhlas itu… Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.

Ikhlas itu… Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.

Ikhlas itu… Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.

Ikhlas itu… ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.

Ikhlas itu.. ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.

Ikhlas itu… ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.

Ikhlas itu… ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat kecepatan.

Ikhlas itu… ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.

Ikhlas itu… ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan jiwa besar, ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.

Ikhlas itu…. Gampang diucapkan, sulit diterapkan….. namun tidak mustahil diusahakan.

Ikhlas itu… Seperti surat Al-Ikhlas.. Tak ada kata ikhlas di dalamnya…

Dari ke-13 kriteria dan tuntunan untuk mendapatkan keikhlasan tersebut, semoga kita dapat melakukannya dengan baik dan memberikan pelajaran kepada generasi penerus supaya bisa menjadi orang yang ikhlas, sehingga hidup didunia tidaklah sia-sia. karena hidup ini hanyalah sementara dan hidup akan berakhir hanya dengan hitungan waktu saja. supaya kita tidak menjadi orang yang merugi di masa mendatang.

Sahabat ingatlah kehidupan di dunia ini sangatlah singkat dan kehidupan akhiratlah yang kekal dan abadi. semoga kita termasuk golongan orang yang beruntung. semoga kita juga terhindar dari sifat menyia-nyiakan waktu dan kesempatan, karena waktu bisa menjadi bumerang yang mengancam kita.

Semoga Artikel singkat ini bermanfaat dan dapat dibagikan kepada siapa saja yang ada disekitar kita agar kita tahu beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menggapai keikhlasan tersebut.

Sebagai penulis saya juga berharap mendapatkan masukan dari sahabat semuanya, karena masih banyak yang harus dibenahi dalam tulisan saya ini, baik berdasarkan kata, kalimat, topik dan lainnya.

Salam dan Jabat Erat