Kegiatan buka puasa bersama lebih dikenal dengan bukber tampaknya sudah menjadi tradisi pada banyak kalangan. Mulai dari buka bersama keluarga besar, teman, kolega ataupun komunitas tertentu. Kegiatan ini sangat tren sekali di kalangan masyarakat kita. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa pun melakukan acara bukber ini.

Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam memilih tempat pelaksanaan buka puasa bersama ini. Entah itu di restoran, di rumah, di warung, atau bahkan di kantor dan sekolah. Sering kali pula dalam setiap acara buka puasa bersama kita mengundang anak-anak yatim untuk berbagi berkah, amal, kebahagiaan dan kebersamaan.

Terkadang pula kita melakukan buka puasa bersama dengan teman lama yang tidak pernah bertemu ataupun jarang bertemu, bisa disebut juga reuni kecil-kecilan di bulan Ramadhan.

Buka puasa bersama bukan sekedar temu kangen dan ketawa-ketawi berhaha-hihi bersama teman, namun lihatlah sebagai momen untuk menyambung tali silaturrahmi dengan banyak orang baik itu teman lama yang jarang bertemu, keluarga besar yang dekat dan yang jauh, dan orang-orang baru di komunitas baru.

Selain sebagai ajang untuk saling mengenal, juga sebagai ajang untuk mengobati rasa rindu setelah sekian lama tidak bertemu dengan mereka. Bahkan silaturrahmi yang sempat terputus pun dapat dijalin lagi dengan adanya kegiatan buka puasa bersama ini.

Advertisement

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan jika ingin melaksanakan acara buka puasa bersama sehingga acara yang kita laksanakan lebih bermakna.

1. Utamakan Silaturrahmi

Semangat dibuatnya kegiatan buka puasa bersama adalah untuk menjalin silaturrahmi namun dibanyak tempat berbuka puasa bersama hal itu jarang bahkan tidak didapat karena kebanyakan peserta buka puasa bersama datangnya selalu terlambat yaitu 10-15 menit sebelum waktu berbuka dimulai. Kalau begini ceritanya kapan ngobrol-ngobrolnya? Kapan nostalgianya?.

2. Jangan lupa Shalat Magrib

Banyak tempat berbuka puasa bersama yang ada di kota kita sangat minim fasilitas untuk Shalat sehingga membuat banyak peserta buka puasa bersama yang secara sengaja meninggalkan Shalat Magribnya pada saat itu. Alasannya sederhana “Mushala penuh, air tidak ada”.

Setelah adzan Magrib, orang-orang berbuka, makan, minum, ngobrol-ngobrol, selfie-selfiean, narsis-narsisan, terus saja begitu sampai waktu Magrib lewat. Tahu-tahu sudah adzan Isya. Seolah-olah melewatkan Shalat Magrib itu sangat normal tanpa berdosa. Padahal Shalat Magrib itu wajib dan harus diutamakan dari pada buka bersama.

3. Harus menghasilkan sesuatu.

Reunian dalam buka puasa bersama, ngobrol banyak dengan teman-teman lalu pulang, untuk apa?. Pertemuan kosong tanpa hasil. Kita harus memanfaatkan momen buka puasa bersama untuk menghasilkan sesuatu, mendiskusikan berbagai persoalan dimana semua itu bermanfaat bagi kita sendiri dan orang banyak. Bukankan buka puasa seperti itu jauh lebih indah?