Zaman dulu, sekarang ataupun yang akan datang seseorang sudah atau bakalan mengalami yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan. Zaman tergila "cinta bertepuk sebelah tangan" biasanya di SMA. Duh ngefans sama kakak tingkat atlit basket atau si juara sekolah yang pendiam, tapi sayang cinta bertepuk sebelah tangan terjadi hanya karena kita bahkan belum sempat mengatakan kalau kita cinta dia.

Bahkan saking gilanya kadang kita menangisi dia yang bahkan tidak menganggap kita itu siapa-siapa.. *tepok tangan* Ya saya ngomong kaya gitu juga karena pernah ngalami, tenang di dunia ini gak cuma kamu kok yang mengalami itu. Hahahaha. Kamu tahu gak ternyata ada hal yang lebih sakit dari cinta betepuk sebelah tangan yaitu kamu tahu bahwa orang yang kamu cintai ternyata mencintaimu juga tapi kalian gak bisa bersama. (cara baca kalimat sebelumnya adalah membaca dengan satu kali napas dengan penekanan dibeberapa kata."Miris, cinta yang sudah kamu pendam, (emosi menurun) ternyata dibalas namun di sisi lain kamu tidak bisa bersamanya. Ra ngapusi San! Saling mencintai kok ra entuk bersama? Duh dek kamu terlalu muda untuk mendengar kisah pilu ini.

Ada banyak hal yang bisa bikin kamu dan si doi gak bisa bersama walaupun saling mencintai yaitu harta, takhta, wanita. Harta, banyak pasangan yang akhirnya tidak bisa bersatu karena orang tua melarang dengan alasan status ekonomi yang buruk, padahal cinta banget, si doi ganteng, pinter, baik, rajin ibadah, gagah tapi karena latar belakang ekonomi hubungan di cut.

Ternyata bukan hanya orangtua kok yang menjadi penyebab hubungan dengan permasalahan ini tak bisa bersatu tetapi individualinya sendiri. Terkadang ada empat dari enam individu yang realistis (gak tahu matrealistis sih) terhadap masa depannya. Mereka ingin memperbaiki perekonomiannya minimal jika dia di kelas c maka dia akan mencari yang sekelas atau satu tingkat diatasnya. Jadi harta bisa mengesampingkan cinta.

Takhta, takhta yang disini maksudnya adalah kedudukan, kedudukan kita secara agama, ras dan genetik. Gak bermaksud sara nih ini serius banyak pasangan yang saling mencintai tapi beda agama. Ini pilihan sulit. Bukan hanya keluarga yang ditentang tetapi tuhan. Saya mengutip dilog film cin(t)a "lo masih mau sama gue? Tuhan aja gue khiantin apalagi lo nanti". Banyak pasangan yang akhirnya berpisah, ada juga yang memilih pindah agama dan ada pula yang tetap dengan agama masing-masing kemudian melakukan pernikahan.

Advertisement

Saya gak mau milih pro kemanapun karena memang soal urusan cinta terkadang orang bisa hilang akal. Tetapi Tuhan selalu punya sebuah rencana, rahasia dan kejutan yang indah. Perjuangin apa yang menurutmu itu yang terbaik. Agama sama tapi ternyata ras atau suku berbeda, galau, keluarga megang banget yang namanya hukum adat, gak boleh nikah sama inilah itulah, suku inilah, anak ke berapalah. Ya walau zaman udah modern masih aja ada yang kaya gini. Agama sama, ras sama eh tahu-tahunya satu marga.

Nah ini nih, tenyata orang yang kita sukai satu marga, sepupu sendiri, om sendiri atau anak istri gelapnya ayah (kaya video clipnya sepatu). Hmmh, genetika tidak bisa dilawan. Apalagi kalau ternyata kalian sejenis, alias berjenis kelamin sama. Hmmmh aku gak bisa berkomentar banyak.

Yang terakhir wanita, ternyata orang yang kita sukai sudah punya wanita atau sudah punya pacar, suami/isteri. Gimana lagi, mau maksa ngerusak hubungan orang. Gak dipaksa batin sendiri yang sakit. Nunggu yaelah kejam banget masa tiap hari ngedoain putus, cerai atau pasangannya meninggal, kan gak mungkin lagian kita juga punya roda hidup yang harus berputar terus terpaksa deh perasaan harus dibuang.

Selingkuh ya kejam banget gimana perasaan pasangannya kalau tahu si doi selingkuh sama kita cinta, lagian kita juga harus berpikir ulang dengan pasangan yang selingkuh. Kalau kata seorang sahabat dia bilang gini "kamu aja tega ninggaling pacarmu demi aku, gimana nanti, aku juga bakalan digituin sama kamu." Karma katanya suka ada sih, tapi yang makan omongan sendiri juga ada. Hahaha

Setuju gak, kalau saling mencintai dan tak bisa bersatu lebih sakit daripada cinta bertepuk sebelah tangan? Setuju ya, kalau gak setuju bolehlah kita berbagi cerita. Pasti akan selalu ada cerita belum pernah aku dengar. Intinya jangan pernah merasa beban yang kamu pikul adalah yang paling berat, karena di luar sana selalu ada kisah yang lebih menyakitkan dan akan membuat kita bersyukur Tuhan hanya memberikan cobaan ini kepada kita.