Silahkan dibaca isi kepalaku. Ini hanya beberapa kata-kata yang sedang bergema dalam kepalaku. Tak semua orang perlu mempercayainya, menyepakatinya. Tentu saja. Sebaiknya kau bahkan mungkin memiliki prinsip yang bertolak belakang dengan prinsipku. Tidak apa, lagipula manusia diciptakan dengan isi kepala yang berbeda atau seperti yang para pasangan hadapi yaitu mencoba menyatukan dua kepala yang berbeda. Jika salah satu kepala bisa menerima isi kepala lainnya, kita berdua akan menjadi pasangan bertonggak kokoh dan romantis. Sebagian orang sering menyebutnya sebagai pasangan serasi dengan ketertarikan yang sama.

Ah sudahlah, lagi pula itu menurut isi kepala mereka. Seseorang bijak mengatakan hal seperti ini "kamu adalah batu yang perlu dipoles, orang lain mungkin mengira kamu adalah batu biasa. Tapi intan berasal dari batu yang hitam, bukan. katanya. Apakah kita perlu menjadi sarjana untuk maju? Tanya seorang perempuan. Tidak semua orang-orang sukses bertitel sarjana.

Jika kemauan untuk belajarmu tinggi, walau hanya bertitel sekolah menengah, orang yang menilai pengetahuanmu akan beranggapan bahwa kamu seorang sarjana. Sekarang kepalaku penuh dengan delusi-delusi. Benarkah sekarang aku berdiri di tempat yang seharusnya? Apakah takdirku mungkin memang memijak di sana? Apakah sudah seluruh telapak atau hanya bagian jempolnya saja.

Lalu, kenapa sekarang aku mempertanyakannya sebab kemungkinan karena aku seorang pemikir yang lambat dan selalu memikirkan segala kemungkinan terlebih dahulu sebelum bertindak. Salah seorang pernah mengatakan bahwa aku seperti kura-kura, pelan-pelan berproses dan bertindak terlalu memikirkan semua hal. Dan walau mereka sering menyarankan untuk sedikit mengurangi kebiasaan berpikir terlalu matang. Hahaha aku hanya tertawa.

Dan seorang yang ingin membuatku maju itu selalu berpesan "bukalah sedikit hatimu, sebab kamu terlalu membentenginya terlalu ketat. Saya sukar untuk memahaminya. Mungkin itulah kenapa setiap pertemuan selalu mempertanyakan "apa yang hatimu pikirkan? Yah, Hati perempuan adalah seperti lautan dalam, sukar diselami. Kamu terlalu misterius.

Advertisement

Selama beberapa tahun Dia mencoba mendekatiku perlahan, akhirnya aku menemukan seorang yang bisa memberi masukan dan bisa bertukar isi kepala. Ya, untuk membahas isi kepala, aku sangat antusias dan blak-blakan menumpahkan semua yang sedang berputar disana. Tapi masalah hati, aku cukup kewalahan. Hatiku sangat tidak menuruti kepalaku. Selalu berbuat sesuka hatinya.

Dan sungguh, aku hampir tidak percaya pada akhirnya aku menemukan seorang yang bisa kupercaya selain Tuhan yang kucintai. Rasanya ada yang lumer di dalam dada ini. Mungkin dibutuhkan lebih banyak orang sebijak dirinya untuk membesarkan hati para introvert sepertiku ini, untuk membantu memberi minyak tanah sedikit demi sedikit namun berkelanjutan pada ujung obor perjuangan kami.

Selama beberapa tahun bertukar isi kepala, aku menemukan karakter lain yang tumbuh dalam diriku yaitu aku terkadang menjadi seorang ekstrovert dan sekarang aku memiliki dua kepribadian yang hidup dalam batang tubuh ini. Kepercayaan diriku perlahan-lahan tumbuh menjadi seorang yang ceria dari seorang yang hanya menyukai hidup dalam kesunyian sendiri.

Seorang yang dulu sangat menikmati sunyinya sendiri, seorang yang dulu sangat menyukai buku dan imajinasinya sendiri, seorang yang dulu selalu dikucilkan karena terlalu kaku dalam bergaul, seorang yang dulu hanyalah perempuan pemendam cinta dalam diam. Kini, inilah aku. Menjadi bisa bebas berekspresi. Perlahan-lahan diriku tumbuh menjadi yang bukan aku yang dulu.

Aku menikmatinya walau terkadang aku masih sedikit introvert sering menutup diri kala kecewa. Ya, kamu harus berubah. Sebuah suara yang membangkitkan diri untuk tidak selamanya terkukung dalam gelap. Sekarang kutemukan cinta dalam bentuk yang lain. Walau kadang aku masih sedikit lambat untuk mengerti apa yang tidak dia katakan. Tapi sentuhan lembutnya yang membuatku paham.

Kamu telah menemukan hati untuk berbagi. Lelaki itu adalah seorang yang pertama aku jauhi sebab kepercayaan diri yang membuat pernyataan bahwa tidak mungkin Dda menyukaiku. Tapi Tuhan menjawabnya berbeda, kamu pantas dicintai. Aku bahagia sebab tuhan membuat dadaku penuh bunga. Karena harapanku cukup kepada tuhan semata, aku tak perlu lagi menyimpan risau dalam kepala.

Dan ketika tuhan menempatkan ditempat aku bekerja sekarang, adalah sebagai jalan untuk menemukan sisi diriku yang lain itu. Dan kepada seorang yang aku hormati itu Secara pribadi, aku bahkan dengan penuh sukacita menyebutnya sebagai guru. Tidak peduli kamu berada dimana, yang paling penting kamu tahu untuk apa kamu diciptakan. Ya, inilah yang sedang berputar-putar dalam kepalaku malam ini.

Batam, 27 mei 2016 Jam 23.49 wib