Apa yang akan kamu lakukan setelah meninggalkan bangku SMA?

Hal yang pertama aku lakuin itu nyumbangin baju seragam putih abu-abu. Sayang aja kalo baju seragam tercinta itu jadi korban euforia corat-coret, ingatlah kalo diluar sana masih banyak kaum yang membutuhkan bantuanmu guys. Setelah itu, aku bakal ngumpulin buku-buku tebal yang setia menemani selama 3 tahun. Kalo gak ada sepupu yang minta buat bahan pelajaran mereka ya paling berakhir ditukar dengan piring kalo tukang rongsok lagi mencari rejeki.

Tapi disamping itu semua, ada hal yang penting banget buat kamu lakuin, yaitu persiapan buat masuk Perguruan Tinggi. Setiap kali denger kata Perguruan Tinggi seperti ada sesuatu yang berdesir di dada. Ingatkah ketika di SMA hal yang selalu ingin kita lakuin adalah cepet lulus dan memulai kehidupan baru sebagai mahasiswa. Perlahan-lahan ketika sang waktu menyuruh kamu buat ninggalin masa SMA dan menyambut hidup jadi mahasiswa, banyak pertanyaan berkecamuk di pikiran kamu. Aku mau masuk jurusan apa ya? Nanti aku kuliah dimana? Aku harus ngapain ya biar bisa masuk ke perguruan tinggi itu?. Berbagai pertanyaan simpel itu dengan mudah bisa buat hidup kamu berubah bahkan bisa buat kamu kurus.

Sadar kalau jalan buat jadi mahasiswa itu gak mudah, banyak banget hal yang kita siapin buat perang di medan tempur. Siang sampe malam di tempat les juga dilakuin buat persiapan ujian tulis. Makan teratur dan tidur yang cukup juga perlu banget mengingat kalau mau perang macam begini tenaga dan pikiran kamu pasti terkuras. Setelah semua usaha kamu lakuin, yang selebihnya bekerja itu kekuatan doa. Seleksi yang akan kamu jalani ini bukan lagi bersaing dengan teman sebangkumu maupun teman sekolahmu, sainganmu adalah siswa dari sabang sampai merauke yang kalo nekat kamu itung satu-satu gak akan selesai. Maka dari itu berdoalah semoga kamu jadi satu dari bagian orang-orang yang beruntung.

Aku berhasil lulus ujian masuk perguruan tinggi. Setelah itu, aku akan menjadi apa?

Advertisement

Seperti dalam tahap metamorfosis sempurna, menjadi mahasiswa itu layaknya kamu menjadi kupu-kupu. Menjadi mahasiswa berarti kamu sudah ada di tingkat tertinggi pada jajaran kesiswaan. Menjadi kupu-kupu itu berarti kalau kehidupan mahasiswa itu terbang bebas untuk menentukan pilihanmu, untuk menentukan akan hinggap di kuncup bunga yang mana.

Waktu pertama masuk buat ospek dan resmi jadi mahasiswa baru itu rasanya kaya kamu masuk ke dunia baru yang segalanya masih abu-abu, kamu harus meraba, dan memberi warna. Kamu masuk ke gedung fakultas dengan muka polos, bukan karena sok polos, tapi memang kamu bingung mau gimana. Di samping kamu ada anak yang nasibnya sama kaya kamu, dan kamu perlahan membuka percakapan dengannya, bukan karena kamu sok kenal, tapi kamu butuh mereka untuk ikut mewarnai tahap kehidupanmu sebagai mahasiswa. Masa-masa ospek itu yang bikin kamu membayangkan bakal seindah apa setelah nanti kamu resmi kuliah.

Tapi yang namanya hidup itu gak selalu sejalan dengan yang kamu inginkan. Akan datang perasaan gak nyaman saat pertama kali kamu kuliah. Bagiku cukup sulit untuk memulai pertemanan di lingkungan yang baru. Mungkin beberapa dari kalian juga cukup memakan waktu yang lama untuk membangun sebuah pertemanan. Hal yang begitu kadang bikin kamu homesick. Belum apa-apa tapi udah kangen masa SMA.

Waktu masih maba juga kamu bakal sering ngerasain bosen di kos karena nungguin jam kuliah. Beda sama jaman SMA dimana jadwal kamu bakal penuh dari pagi sampe siang. Tapi jangan biarkan kebosanan itu mengganggu kamu. Cari kegiatan diluar kuliah, katanya sih semakin kamu sibuk maka kamu akan jadi makin kreatif. Melalui kegiatan diluar kuliah itu juga bikin kamu nambah temen lo, bahkan mungkin bisa nambah daftar gebetan.

Hal terakhir yang bikin kamu kadag benci sama yang namanya perkuliahan adalah dosen dan tugasnya. Percaya deh kalo dosen itu ngajar seperlunya, yang selebihnya itu kamu bakal belajar sendiri. Percaya juga deh kalo tugas dari dosen itu kadang-kadang gak manusiawi. Waktu kamu buat tidur dan berorganisasi kadang di korupsi sama tugas. Tapi ya memang begitu adanya. Kamu mau gak mau harus ngerjain semua tugas itu demi kemaslahatan nilai. Belum lagi ribetnya hidupmu kalau akan menghadapi skripsi.

Meski semua hal yang kamu alami saat jadi mahasiswa itu banyak yang nggak sesuai ekspektasi tapi ini sudah jadi pilihan kamu. Hidupmu harus penuh tantangan biar kamu lebih menghargai kehidupan yang Tuhan kasih ke kamu. Ketika tadi diawal sudah kubilang kalau jadi mahasiswa itu adalah hidup layaknya kupu-kupu, kamu perlu ingat bahwa jadi kupu-kupu bukanlah tahap akhirnya, kupu-kupu itu akan terus bermetamorfosis. Kamu akan bertelur, jadi kepompong, dan jadi kupu-kupu. Semua yang kamu lakukan itu akan diproses dari hal yang paling kecil. Pastilah nanti ketika kamu jadi mahasiswa kamu juga akan memulai proses pendewasaan, itulah proses terpenting di hidupmu. Saat itu lah kamu akan menyadari untuk apa dan untuk siapa kamu hidup.