Sejatinya setiap orang memiliki jalan kehidupan yang berbeda-beda dan setiap orang juga memiliki masalah yang berbeda-beda dalam hidupnya. Ada yang kehidupan keluarganya berjalan harmonis, ada pula yang diterpa badai lantas luka menggores hati.

Menyisakan trauma yang menyesakkan dada.

Ada yang kehidupan keluarganya dipenuhi kebahagiaan, namun ada kendala dalam hal lain. Ada yang pendidikannya sukses, namun sulit mencari pekerjaan. Ada yang pendidikannya biasa saja, namun sukses dalam bekerja.

Sungguh, jalan hidup setiap orang itu berbeda-beda. Ketika orangtuamu mampu membelikan apa yang kau inginkan, tak seharusnya kau bertanya kepada temanmu yang lain, "Kenapa kau tak meminta untuk dibelikan ini saja? Aku yakin pasti dibeliin deh, prestasimu khan bagus".

Mungkin bagimu, itu pertanyaan biasa, takkan menyesakkan dada. Namun bagi beberapa orang yang terkendala ekonomi/keluarga, itu bisa terasa menyesakkan. Ada beberapa orang yang harus berjuang menyingkirkan ego-nya, kemauan-kemauannya karena tidak ingin semakin memberatkan kondisi keluarganya.

Advertisement

Ketika kau sudah berpenghasilan dan mampu membeli apapun yang kau mau, kau pun tak seharusnya bertanya, "kenapa kamu gak beli ini/itu?

Kenapa kamu gak bersenang-senang, bermain kesana kemari, menyenangkan dirimu sendiri? Kenapa kamu gak mengganti barang lamamu dengan barang baru?" Dan segudang pertanyaan kenapa lainnya, yang menurutmu seharusnya itu bisa temanmu lakukan. Tapi tahukah kau? Bahwa tak semua orang yang sudah bekerja itu bekerja hanya untuk kepentingannya sendiri? Bahwa di luar lingkaran hidup normalmu, ada beberapa orang yang harus berjuang lebih keras, mengalahkan ego-nya, demi kebahagiaan dan kepentingan keluarganya.

Ketika kau sudah terlebih dahulu menikah dan temanmu belum juga menikah, kau pun tak seharusnya bertanya,

"Kapan nikah?".

Mungkin bagimu, itu biasa saja. Tapi bagi orang lain, itu bisa terasa menyesakkan. Kau tahu kenapa? Karena jelas, hidup kita berbeda. Ada beberapa orang yang lebih memikirkan keluarganya terlebih dahulu daripada kehidupannya sendiri, sehingga dia memilih nanti-nanti untuk kehidupannya sendiri. Ada beberapa orang yang pernah trauma dan sedang berjuang untuk mengalahkan rasa takutnya, sehingga dia tak bisa memutuskan hal itu dengan mudah.

Sungguh, kehidupan kita tak ada yang sama. Karenanya, setiap orang pasti memiliki pemikiran tersendiri dan keputusan yang berbeda-beda. Tak seharusnya kita menilai kehidupan orang lain berdasarkan bagaimana kehidupan kita berjalan.

Kita tak pernah tahu apa yang sudah mereka lalui. Kita tak pernah tahu seberat apa beban yang dia rasakan. Kita tak pernah tahu sekeras apa perjuangan hidupnya. Kita tak tahu seberapa banyak airmata yang sudah tertumpah selama hidupnya.

Daripada kau sibuk bertanya ini-itu, hanya demi memenuhi rasa kepomu (read: penasaran), kenapa tak kau urusi saja hidupmu sendiri?

Bukankah ada banyak hal yang perlu kau urus?

Lain cerita jika tujuanmu bertanya adalah untuk mengenalnya lebih jauh, untuk memotivasinya, I still can accept that.