Bermimpi menjadi seorang dokter itu bagus, seperti kata pepatah, "gantunglah cita-citamu setinggi langit". Nyatanya, cita-cita jadi dokter memang setinggi langit. Istilahnya, hanya kalangan atas saja yang saat ini bisa memiliki anak seorang calon dokter. Tahukah kamu bahwa proses jadi dokter dan hidup sebagai seorang dokter itu susah dan belum tentu menjanjikan?

Jadi dokter itu susah. Kalau kamu pengen have fun sejak muda, tolong kubur dulu dalam-dalam impian kamu. Selain itu, biaya jadi dokter itu sangat berat. Jika perencanaan keuangan keluarga belum dapat memastikan apakah dalam 6-7 tahun kedepan terjamin, sebaiknya kamu bisa menunda dulu cita-citamu itu.

Bicara soal biaya, jika kamu memang memiliki kecerdasan luar biasa, silahkan mencari sumber pembiayaan yang memang membutuhkan orang-orang seperti kamu. Mereka yang cerdas di atas rata-rata memang layak untuk mendapatkan kesempatan, daripada otak pas-pasan dan bermodal uang saja. Uang habis, waktu juga akan tersedot.

Siap-siap 7 tahun kamu habiskan untuk pendidikan dokter. Saya tidak bilang bahwa kamu tidak akan bisa liburan sama sekali selama jadi mahasiswa kedokteran. Tetapi, kamu akan banyak kurang tidur, susah olahraga dan pulang ke rumah jika benar-benar ingin menjadi dokter. Rekreasi masih bisa, tapi hanya sedikit sekali waktu yang bisa kamu pakai. Liburan juga kadang susah tenang, di tengah liburan ada pengumuman mendadak jadwal dosen/konsulen yang harus ditemui segera karena waktu mereka sebagai dokter spesialis yang sangat terbatas.

Sudah berhasil meloloskan diri jadi seorang dokter, proses masih berlanjut. Kamu harus terus belajar, tuntutan profesi menyebutkan bahwa setiap dokter harus terus memperbarui ilmu medisnya dengan memenuhi poin-poin seminar kesehatan terbaru setiap 5 tahun. Belajar sepanjang hayat, nama kerennya. Selain itu, perkembangan teknologi informasi, membuat masyarakat yang berlatar belakang non-medis semakin sok tahu dengan ilmu kesehatan.

Advertisement

Dokter harus menghabiskan waktu mereka menjelaskan dan berdebat dengan orang-orang yang sok tahu tersebut. Kalau tidak terima, ujung-ujungnya dokter bisa dipenjara. Oleh karena itu, perkumpulan dan persaudaraan dokter itu solid sekali. Tantangan di dunia kerja juga sangat berat. Bukan berarti sesama dokter tidak bisa saling sikut-menyikut.

Bukan rahasia lagi banyak sekali persaingan antar dokter untuk mendapatkan pasien. Jika kamu ingin jadi dokter, pikir dari sekarang untuk menjadi seorang dokter yang rendah hati, memikirkan pasien dengan sepenuh hati. Juga percayalah bahwa menjadi dokter tidak akan membuat kamu kelaparan. Memang benar, jadi dokter tidak bisa memastikan kamu menjadi kaya, menjadi hidup dengan tenang dan nyaman (panggilan darurat, tidur kurang, makan tidak teratur). Tapi tidak ada dokter yang kelaparan dan masuk neraka jika ia benar seorang Dokter.