Dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan rintangan dan tantangan ini, kita pasti pernah mengalami berbagai macam cobaan dan kondisi perasaan. Ada saat di mana kita tertawa lepas bersama orang-orang tercinta, bersenda gurau dengan teman-teman sejawat, menyendiri di sudut kamar untuk menutupi kesedihan, kecewa karena kesalahpahaman yang tak terjelaskan, dan lain sebagainya.

Manusia adalah mahluk yang sempurna, hanya ialah satu-satunya yang diciptakan oleh yang maha kuasa untuk bisa merasakan seluruh perasaan tersebut. Mengapa tuhan memberikannya? Karena ia tahu bahwa manusia adalah mahluk ciptaan yang sempurna yang hanya manusialah yang mampu mengatur dan mengatasinya. Setiap perasaan yang kita alami, baik itu marah, sedih, senang, bahagia, terpuruk, malu dan lain sebaginya merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa yang harus kita syukuri.

Hidup ini tidak hanya untuk sedih saja, begitu juga tidak untuk bahagia semata. Setiap perasaan yang ada memiliki kadarnya masing-masing. Tuhan memang maha adil, tak ada satu pun yang diciptakannya dengan sia-sia belaka. Terkadang kita membutuhkan rasa marah agar kita mampu bersikap dengan lebih baik. Rasa malu kita perlukan agar kita mampu bersikap lebih dewasa. Rasa bahagia kita rasakan agar kita mampu mensyukuri nikmat yang maha kuasa. Jadi, semua itu sudah diatur oleh yang maha kuasa dengan porsinya masing-masing.

Setiap manusia di dunia sudah memiliki kompas kehidupanya masing-masing. Sebelum kita terlahir di dunia ini, Tuhan sudah mengumpulkan kita di surga sana untuk membagikan kompas kehidupan kita masing-masing. Bahkan tak ada satu pun manusia yang terlahir dalam keadaan buta dan tak tahu arah. Sehingga, setelah terlahir di dunia ini, kita sudah tau arah dan tujuan kita kemana.

Takdir sudah ditentukan oleh yang maha kuasa. Ia menjadi sutradara kehidupan kita, sedangkan kita sebagai ciptaannya sebagai aktor dan aktirs diatas panggung sandiwara yang telah diciptakannya. Manusia adalah makhluk pemimpi. Ia diberikan anugerah khusus dari Yang Maha Kuasa untuk bermimpi, bahkan hingga tak terbatas, sehingga manusia bisa bermimpi hingga kemanapun ia inginkan.

Advertisement

Mimpi tak memiliki batas, bahkan saking tak terbatasnya, banyak di antara kita yang sudah paham dengan makna gantungkan cita-cita dan mimpimu setinggi langit. Pernyataan itu memang benar, karena tuhan pun tak pernah melarang hambanNya untuk bermimpi. Semua kita pasti memiliki mimpi. Mimpi setiap orang dimuka buka ini tidak ada yang sama, semua berbeda. Karena mimpi itu adalah sesuatu yang bersifat unik dan magic.

Unik karena setiap orang tak akan pernah memiliki mimpi yang sama meskipun dia orang yang kembar. Magic karena ia bisa datang kapan saja dan tercapainya pun tidak pernah diduga oleh manusia. Itulah mengapa tidak ada mimpi yang mustahil untuk digapai oleh manusia. Dalam menggapai mimpi yang dicita-citakan, tentunya tak semudah membalikkan telapak tangan untuk menggapainya.

Dibutuhkan kerja keras bahkan pengorbanan yang besar untuk bisa menggapai dan menggengamnya. Kita melakukan banyak hal untuk bisa menggapainya, bahkan keringat pun sudah tak dapat terhitung menetes untuk menggapainya. Tak jarang karena sangat banyak hal yang harus kita lakukan untuk menggapainya, kita merasa stres dan lelah. Kita sudah mulai merasa bosan dan jenuh untuk menggapainya, karena segala hal yang telah kita lakukan belum bisa mengantarkan kita untuk menggapai mimpi yang kita inginkan.

Kita telah berada ditengah perjalanan menggapai mimpi, namun sayang cobaan berat sudah mulai menghajar. Angin kencang sudah berusaha melayangkan harapan kita, hujan deras sudah berusaha mencairkan semangat kita. Terik matahari yang panas sudah berusaha melelehkan asa kita. Hingga akhinrya kita merasa sudah tak mampu untuk melanjutkan kembali perjalanan kita untuk menggapai mimpi yang telah kita persiapakan dengan matang.

Ingin rasanya kembali saja ke garis start, dan memilih rute yang lain yang kita anggap mungkin lebih mudah untuk dikejar dan dicapai. Harapan dan semangat sudah hampir hilang untuk menggapai mimpi tersebut. Lantas haruskah kita berhenti dan berbelok arah dari cita-cita yang sudah kita impikan? Jangan!

Jangan menengok kebelakang, tetaplah menatap ke depan. Jangan berbelok ke arah yang lain. Tetaplah berada pada jalur yang sudah kita tetapkan. Tuhan punya rencana atas semua yang telah terjadi dengan diri kita selama kita sedang berusaha untuk menggapai mimpi kita masing-masing. Kita tak boleh menyerah begitu saja dengan segala cobaan dan keadaan yang ada.

Mungkin kita hanya butuh istirahat saja di tengah jalan. Mengisi energi agar tenaga dan pikiran ini kembali jernih. Ketika kita sedang berusaha menggapai mimpi, mungkin kita sudah benar-benar menghabiskan tenaga kita. Oleh karena itu, mungkin kita butuh penyegaran seperti berkumpul dengan sahabat-sahabat terincinta, besenda gurau dengan keluarga di rumah, atau bahkan menyediakan waktu khusus untuk menyendiri. Jelasnya, kita hanya butuh istirahat sejenak, agar kita mampu beraktivitas normal seperti biasnya.

Rasa bosan dan jenuh itu adalah suatu hal yang biasa kita temukan. Oleh karena itu, beristirahalah sejenak, dan kembalilah ke lintasan semula untuk mulai berjalan menuju mimpi yang sudah kita tetapkan dalam diri kita masing-masing. Menyerah bukanlah solusinya. Karena setelah kita kembali dari awal, belum tentu kita mampu memulai dengan sebaik yang telah kita lakukan sebelumnya.

Dari apa yang sudah saya samaikan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa segala rintangan dan cobaan pasti ada jalan keluarnya. Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan yang tidak sesuai dengan kadar kemampuan hambanya. Percayalah bahwa ia selalu memiliki rencana atas segala hal yang terjadi di dunia ini. Ada berbagai macam rahasia di balik tawa, kecewa, gelisah, dan kesedihan kita. Tuhan tidak akan pernah membiarkan hambanya mati sia-sia. Ia Maha Tahu atas segala hal yang akan terjadi. Ia Maha Tahu dengan segala hal yang terbaik untuk kita.

Percayalah, meskipun saat ini kita sedang terpuruk, sudah merasa tak tahan dengan kondisi yang ada, tetaplah konsisten berjalan di rel yang sudah kita lewati. Kita sudah terlanjur berjalan, kita sudah berada di tengah jalan menuju harapan dan mimpi hidup ini, jangan menyerah, tetaplah menatap kedepan, jikalau kita memang merasa lelah dengan semua yang terjadi, mungkin itu adalah saatnya untuk kita untuk beristirahat sejenak, melemaskan kaki dan punggung yang sudah tegang dan rapuh. Pulihkan semangat dan tenaga untuk kembali menggapai mimpi yang sebentar lagi kita capai. Jangan menyerah di tengah jalan, kita hanya butuh istirahat saja sebentar.

***