Kadang rasa sakit, kecewa, dan kesal mampu memotivasimu untuk bangkit dan berusaha mengubah keadaan yang dulunya buruk bagimu, menjadi sesuatu yang dapat membuatmu bangga terhadap dirimu sendiri. Orang lain yang melihatmu mampu bangkit dari kegagalan akan melihatmu sebagai orang tangguh yang tidak mudah dijatuhkan.

Kunci bangkit dari keterpurukan yang pertama adalah bersyukur. Kenapa bersyukur? Karena saat kita bersyukur akan terlintas di pikiran kita tentang mereka yang kurang beruntung dari kita, mereka yang memiliki masalah yang mungkin hampir sama dengan kita atau mungkin lain lagi ceritanya. Kadang ada yang nekat memilih jalan pintas yang salah dan berakhir pada penyesalan serta meninggalkan beban bagi orang lain.

Yang kedua adalah intropeksi diri, maksudnya kita menilai diri kita sendiri. Jika diperlukan, kita buat daftar kegiatan yang isinya tentang hal-hal baik dan buruk apa yang sudah kita lakukan, dari daftar itu kita bisa pilah apa yang perlu ditambahkan dan apa yang harus dihilangkan. Kemudian kita dapat mempersiapkan diri kita untuk menuju yang lebih baik.

Yang ketiga adalah merencanakan, maksudnya adalah merencanakan hal apa saja yang akan dilakukan setelah kita melakukan kedua tahapan tersebut, tentunya yang bertujuan untuk berubah menjadi yang lebih baik lagi. Mungkin dengan cara mengisi waktu luang dengan kegiatan-kegiatan yang positif, berkumpul dengan sahabat atau keluarga sampai kita lupa hal apa yang membuat kita terpuruk.

Terpuruk memang hal buruk tapi jangan selamanya keterpurukan tersebut berkelanjutan. Jadilah pribadi yang mampu membuat perubahan, terutama pada dirimu sendiri yang akan mengubah hidupmu di masa mendatang. Tentunya perubahan yang lebih baik dan jangan sampai salah memilih jalan, tentukan langkahmu mulai dari sekarang dan buat perubahan yang lebih baik!