Mungkin banyak dari kita ketika masih kecil menghabiskan banyak waktu bersama kakek dan nenek, ketika orang tua bekerja, kakek dan nenek yang menjagamu, diusianya yang sudah tidak muda lagi dengan kondisi yang tidak selincah dulu mereka mengejarmu yang tidak mau makan atau tidur siang.

Rasa kesal yang mereka tunjukkan sebenarnya adalah rasa khawatir, khawatir cucu kesayangnya yang bisa saja terluka karena jatuh berlari, khawatir cucunya akan sakit jika tidak makan. Tapi kamu yang belum mengerti mengangap mereka adalah orang yang pemarah, menganggap mereka tidak mau mengertimu.

Di usianya yang sudah tua mereka mengajarkan banyak hal, agar kelak kamu tidak manja, tidak lemah menjalani kehidupanmu, namun kamu masih saja melawan, menganggap mereka menganggu waktu bermainmu. Nasehat-nasehat yang mereka berikan agar kamu tidak melakukan kesalahan yang merugikan dirimu sendiri, tidak pernah kamu dengarkan

Tanpa kamu sadari banyak hal yang sudah kamu alami bersama mereka, ketika umurmu semakin bertambah kamu asyik dengan teman-temanmu. Semakin bertambahnya umur semakin tidak terpuji perbuatanmu, kamu bahkan berani membentak dan memarahi mereka.

Tidakkah kamu tahu bertambahnya umurmu bertambah juga umur kakek dan nenekmu, semakin bertambahnya umur mereka, kondisi fisik mereka semakin berkurang. Mereka akan kesulitan melakukan aktivitasnya, mereka meminta bantuan kepadamu tapi kamu pura-pura tidak tahu, bahkan kamu menganggap keberadaaan mereka merepotkanmu. Dibalik diam kakek dan Nenekmu ada rasa kecewa dan sedih, cucu kesayangan mereka berubah menjadi orang asing yang tidak mau mengenal mereka.

Advertisement

Mereka hanya ingin menghabiskan masa tua bersama keluarga, namun karena perbuatanmu mereka harus rela merasa sedih dan khawatir. Khawatir terhadap penerus mereka yang pergaulan dan perilakunya tidak terpuji.