Semua orang di dunia ini mungkin memiliki sosok yang diidolakan. Dan yang sering kita jumpai adalah mereka yang mengidolakan musisi atau band, dan pesepak bola atau klub sepak bola. Beberapa dari mereka juga terlihat begitu fanatik mengidolakannya. Mulai dari membeli atribut yang berhubungan dengan sang idola, sampai meniru setiap gaya dari idola tersebut.

Hanya saja menjadi fanatik, lah, yang menurut saya salah. Coba lihat teman kalian atau orang-orang yang fans fanatik klub sepak bola atau sebuah band. Kalau mereka–idolanya– dijadikan bahan lucu-lucuan sedikit saja di jejaring sosial, mereka yang fanatik pasti marah, lalu menyebut orang tersebut sebagai haters, memaki-maki, dan melakukan hal-hal konyol lainnya.

Makanya, saya sangat setuju dengan kutipan Dochi di atas. Apalagi kalau mengidolakannya sudah sampai tahap level akhir, yang seakan-akan idolanya itu selalu benar bak Tuhan. Please, jangan. Lebih baik jadi fans biasa aja. Suka boleh, tapi jangan "terlalu" suka. Karena yang serba "terlalu", biasanya menyakitkan.

Terlalu baik, misalnya.