Siapa di dunia ini yang tidak pernah patah hati??? Hayo silahkan angkat tangan!!! Dan saya juga pasti angkat tangan paling tinggi dan orang pertama yang angkat tangan. Patah hati itu rasanya sakit pakek banget, perasaan terasa hancur lebur, harapan menghilang kenyataan terasa pahit dan menyakitkan ihhks… nyesek banget rasanya. Terasa makan buah simalakama (sedikit lebay ini) itu kira-kira yang dirasakan oleh orang-orang yang lagi patah hati, termasuk si penulis ini. Terlalu berharapa pada sesuatu yang berakhir dengan kata zero (nol besar). Mengharapkan kuncup bersemi tapi layu bunga yang nampak. Enggan membuka hati tapi sekali terbuka malah musnah dalam hitungan detik.

Umur ke 25 adalah umur paling krusial, sayangnya di umur ini, perasaan jatuh cinta baru dirasakan. Nyesek sih jika ada yang bilang, seperempat abad kok baru jatuh cinta. Seperempat abad kok baru punya orang yang spesial? Nggak telat tuh??? Tapi ya peduli amat kata orang, namanya perasaan cinta kan gak ada yang tahu datangnya kapan, dimana dan untuk siapa. Bener gak? Hati itu tak bisa memilih dimana dan untuk siapa akan tercipta, pada siapa akan berlabuh, salahkah dia yang jadi tempat pelabuhan, salahkah menerima harapan kosong melompong tanpa kenyataan.

Nyesek banget saat perasaan kita teryata di permainkan oleh seseorang, saat kita jatuh cinta dan memberikan ruang dihati kita untuk orang lain, berharap dia kelak akan jadi pendamping di dunia juga di surganya kelak. Tapi apa daya ketika teryata kita hanya jadi pelarian sesaat. Perasaan yang terlanjur berkembang seketika bak tersiram air keras, mati tanpa sisa, hanya bekas luka yang akan membekas meski uluran tangan ikhlas membuka diri tapi ternyata kering di padang pasir dalam hati, terkubur lebur.

Cerita ini bermula saat jumpa pertama dengan si dia, dia yang pertama bilang cinta, dia yang pertama bilang komitmen untuk menikah, eh teryata satu tahun berjalan hanya mainan semata, enggak serius sama sekali. Kalau di ingat-ingat banyak kejadian lucu, janji pernikahan yang teryata hanya lelucon. Istilah buaya darat, pemberi harapan palsu pantas disematkan kepada si dia. karena teryata bukan hanya satu hati yang dipatahkan dan diberi janji palsu tapi teryata lebih dari 4 wanita dalam satu waktu jatuh kepelukannya, dan teryata diputus juga dalam satu waktu. Menyandang predikat lebay tak salah disematkan kepada pria perwerawakan tinggi ini.

Jika di ingat lagi, ada kejadian lucu. Maklum bagi si penulis ini adalah cinta pertama jadi jika bertemu rasanya wajah bersemu merah, jantung berdetak tak karuan, speechless, salah tingkah semua beradu jadi satu moment al hasil, face to face ngobrol serius antar hati nggak pernah terjadi, sikap cuek bebek ketika bertemu menjadi tolak ukur, ini serius cinta??? Ato Cuma bercanda?? No one know it. Kalau di ingat lagi jadi malu sendiri, melakukan hal-hal konyol untuk menyenangkan si dia, merubah diri sendiri, merubah karakter diri, untuk si dia.

Advertisement

Bicara serius dengan si dia hanya lewat handphone yang jadi penghubung, jalan berdua?? Jangan ngarep itu nggak pernah ada dalam kamus perasaan. Kalau di ingat-ingat lagi kejadian setahun lalu, jadi kepikiran. Itu cinta?? Apa permainan?? Karena hakikat cinta itu seperti apa? Komitmennya mau dibawa kemana, pondasinya terlalu rapuh.

Berduaan , enggak boleh, ngobrol berdua enggak pernah, jalan berdua enggak pernah. Fix, emang sejatinya hati ini memang harus sendiri, belum boleh mendua kecuali untuk kekasih sejati. Kelak nanti.

Dan kini, semua kembali seperti dulu, di awal cerita, sendiri, tanpa kekasih hati. Sapa , senyum telah hilang, bahkan bukan cuma itu tapi fisiknya pun juga menghilang dari kehidupan. Tidak ada tegur sapa ketika saling berpapasan, tak ada salam terucap hanya diam, mungkin rasanya menyakitkan, ketika perasaan kita kepada seseorang menukik tajam dan menghilang dari bumi. Sangat menyakitkan ketika kita hanya jadi pelampiasan, tak ada lagi canda tawa, di sapa tidak, dibiarkan. Itu rasanya sakit.

Dan kini , itu jadi pengalaman paling berharga dari cerita cinta, cinta pertama dan patah hati pertama yang dirasakan. Meski sakit tapi perasaan itu kembali lega, mentari tetap terbit dari timur, tenggelam di ufuk barat, bulan tetap bersinar di gelapnya malam. Jadi sakitnya hati ini sudah sembuh. Life must go on!!!!