Mencari dan memilih jodoh tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kita pasti mempunyai kriteria sebagai bahan pertimbangan dalam memilih jodoh. Tak bisa dipungkiri hal tersebut, walau hanya dengan teori kriteria sederhana. Jodoh yang baik merupakan salah satu rizki dalam hidup, dan rizki itu tidaklah datang secara otomatis dari langit.

Seperti halnya hujan yang mempunyai proses sehingga hujan turun, jodoh pun sama. Perlu ada proses agar jodoh itu diturunkan oleh Tuhan. Usaha dan doa ialah prosesnya. Berjuang mendapatkan hati pasangan merupakan bagian dari usaha, maka nikmatilah perjuangan itu. Sedangkan segala bentuk ibadah ialah bagian dari doa, janganlah malas menyebut namanya dalam doa kepada Tuhan, dan nikmatilah ibadah tersebut.

………………….

Yap, berusaha dan berdoa memang dua teori yang sering terdengar ketika ingin mendapatkan sesuatu termasuk jodoh. Mudah diucapkan tapi perlu keistiqomahan dalam menjalankannya. Setidaknya itulah yang kurasakan.

Usaha dan doaku pun mungkin seperti pasang surut di laut untuk mendapatkanmu yang namanya telah dituliskan Tuhan.

Advertisement

Saat ini, aku pun belum tahu nama itu kudapatkan dimana, kapan dan bagaimana caranya Tuhan memberikan nama itu sebagai jodohku.

Namun,

Jika kau memang jodohku yang terbaik.

Jika kau memang wanita yang diridhoi Tuhan untuk kunikahi.

Dan jika kau memang kelak menjadi istriku, pendamping sampai akhir hayat disisa hidupku.

Bersediakah kau mengabdikan waktumu untuk keluarga di rumah?

Bersediakah kau menjadi saksi ditiap momen anak-anak kita tumbuh menjadi dewasa?

Bukan aku mengubur cita-citamu yang ada sebelum kau bertemu denganku.

Bukan aku memendam hakmu untuk berkarya dan bekerja mengejar apa yang kau inginkan sebelum bertemu denganku.

Bukan aku bermaksud menjadi penghalang untuk mengejar segala impian yang ingin kau raih sebelum bertemu denganku.

Tapi, aku ingin…

Ketika kita sudah bersatu dalam bahtera yang sama.

Ketika kita sudah menjadi pasangan suami dan istri.

Cita-cita, keinginan dan impian kita menjadi satu.

Yakni,

Mencetak keturunan yang soleh dan soleha.

Mencetak keturunan yang kelak termasuk golongan orang yang bertaqwa, berilmu, dan berakhlak baik.

Mencetak keturunan yang qurani.

Cukuplah aku saja yang mencari nafkah.

Cukuplah aku saja yang bertanggung jawab atasmu dan anak-anak kita.

Cukuplah aku saja yang bermandikan keringat dan membanting tulang demi mendapatkan kebahagiaan untuk keluarga kita.

Biarlah tugasmu menjadi seorang ibu yang bisa memberikan kasih sayang, perhatian dan pendidikan yang sempurna untuk anak kita.

Menurutku, tidak ada sesuatu yang paling berharga untuk dikejar bagi seorang wanita karir selain dapat menjadi contoh bagi anaknya dan memberikan kasih sayang serta perhatian yang tidak kenal waktu. Jadilah ibu seperti sekolah pertama untuk anak. Mereka bisa bermain, belajar, bercerita, berceloteh dan bahkan menceritakan keluh kesahnya padamu tanpa dibatasi waktu.

Mungkin kau tidak bisa seperti itu, jika sedikit waktu yang kau sisihkan untuk anak kita akibat kesibukan di luar rumah.

Menurutku tidak ada hasil karya yang paling indah selain disaat hari tua, kita dapat menyaksikan anak-anak kita tumbuh dewasa dengan sukses dan diiringi akhlaq serta pengamalan agama yang baik sebagai bukti hasil tempaan nilai-nilai islam dan quran yang kita tanamkan pada mereka sejak kecil.

Mungkin kau tidak punya banyak waktu untuk menempa anak kita dengan nilai-nilai agama melalui tangan hangatmu secara langsung, jika kau titipkan anak kita ke penitipan anak ketika kau bekerja diluar rumah.

Aku tidak mendikte Tuhan agar jodohku seperti yang ku inginkan, tetapi setidaknya seperti itulah doaku. Aku memohon padaNya agar kelak dipertemukan dan mempunyai istri yang bisa mendukungku membentuk keluarga qurani dan mendapatkan keturunan yang soleh dan soleha.

Semoga kau bisa menjadi istri dan ibu yang dapat membuatku dan anak kita merasa baiti jannati, rumahku adalah surgaku jika kau menjadi istriku kelak.