Bagi kalian yang berasumsi bahwa mereka yang kerap kali menghabiskan waktu dengan liburan atau travelling ke seluruh penjuru bumi dan menganggap bahwa kami memiliki banyak uang. Ya, terimakasih jika berasumsi kami memiliki banyak uang. Pernahkah kalian bertanya bagaimana perasaan kami dengan hujatan seperti itu. Kami hanya sedang menikmati perjalanan hidup dengan memberinya sedikit tambahan bumbu penyedad rasa, sebab kehidupan terlalu tampak sulit jika dilalui dengan keseriusan. Santai guys.

Kehidupan serasa tragedy jika terlalu menahan diri, sesekali nikmati hari-hari yang tak bisa kembali ini.

Baiklah, mungkin sekali dua Kali kami bisa menerima tapi kesekiannya kami sungguh merasa tak dimengerti. Kami hanya terlalu mensyukuri segala indah yang tuhan cipta, salahkah kami menikmati jerih payah setahun bahkan bertahun-tahun tanpa sesekali menghirup kebebasan diri? Jangan terlalu berprasangka, kami tidaklah sekaya dan seboros itu dalam menghabiskan jerih payah kami. Andai kalian mengerti kami, butuh berbulan-bulan bagi kami menyisihkan keringat untuk sekedar menikmati senja di kota sana.

Kami berjuang untuk itu.

Travelling bukan sekadar menghilangkan kejenuhan saja bagi kami tapi sebagai peningkat kemampuan diri dan mengistirahatkan kepala sejenak dari hiruk pikuk duniawi.

Advertisement

Sebab hidup sudah terlalu terburu-buru mengejar waktu ke waktu, detik ke detik dan menit ke menit. Berhentilah sejenak dan nikmati wangi bunga yang bermekaran Di pagi Hari.

Daripada meributkan kehidupan kami yang serba biasa ini, kenapa tak mencoba menikmati perjalanan kalian sendiri sebab waktu adalah satu-satunya hal yang tak bisa dibeli dengan uang. Dan bumi ini indah, nikmati sesekali. Karena penyesalan akan Hari yang tak kembali suatu masa akan menggerogoti nadimu. Salam dari bawah langit yang berbeda 🙂