“Maaf, aku tak bisa. Kamu terlalu baik untukku.”


Demikianlah alasan klasik nan mainstream untuk menolak cinta, memutuskan hubungan atau meninggalkan seseorang yang mencintai. Hei, cinta sebercanda itu kah?


Kalau sudah mendapatkan sosok yang baik, lalu mengapa tidak dijadikan sebagai alasan untuk dipertahankan?


Apa yang kita rasakan saat mendapat penilaian ‘baik’ dari orang lain? Pastinya membuat bangga dong karena kita memiliki predikat ‘good person’. Tapi kok nyesek ya kalau yang mengucapkan pernyataan tersebut adalah orang yang kita cintai. Mengapa? Karena itu hanya sebagai alasan untuk menolak kita atau untuk tidak melanjutkan kebersamaannya dengan kita.

Sebenarnya membuat kita berpikir keras, apa yang salah? Apa yang kurang? Apakah dia mencari yang lebih dan paling baik dari diri ini? Nah, banyak kan segala pertanyaan yang berkutat dalam pikiran hanya sekedar untuk tahu mengapa alasan ‘terlalu baik’ menyayat hati sekali.

Advertisement

Hallo, kalian yang sering menggunakan alasan klasik demikian, jangan munafik. Semua orang pasti menginginkan pasangan yang baik, entah itu dari segi fisik, attitude atau apapun. Lalu tepat kah berucap ‘terlalu baik’ hanya karena kalian sudah tak ingin? Bukan kah harusnya kalian beruntung mendapat yang baik? Atau kata demikian hanya sebagai kiasan kalau sebenarnya kalian sudah bosan atau tidak nyaman?

Menjadi tanda tanya besar sebenarnya, jika mendapat sosok yang tidak baik pasti akan mengeluhkan orang tersebut hanya menyakiti hati. Seharusnya kalau sudah mendapat sosok yang baik, ya, diperjuangkan untuk mempertahankan. That’s simple think.


Jangan tinggalkan yang baik hanya karena mencari yang lebih atau paling baik dari yang sudah ada. Belum tentu yang lebih dan paling baik mau menerima kamu apa adanya. Manusia tidak ada yang sempurna, maka hadirnya cinta seharusnya untuk saling melengkapi.


Jika ada yang membuat kalian kurang nyaman dari pasangan kalian, ada baiknya bicarakan baik-baik, sama-sama mencari jalan keluar untuk memperbaiki. Dan jika kalian tidak ada rasa dengan seseorang yang mencintaimu, maka ada baiknya utarakan saja secara halus kalau cinta tak bisa dipaksakan.

So, mulai sekarang buang alasan tersebut untuk meninggalkan atau menolak seseorang yang mencintai. Kalau sudah dapat dan ada sosok yang baik, alangkah lebih indahnya disyukuri bukan dihempaskan dengan alasan yang kurang masuk akal.