Untuk kamu yang sepertinya sulit untuk ku miliki, yang setiap saat tak pernah bosan ku sebut namamu dalam doaku, meski aku tahu tak ada kesempatan untukku bisa berada di sisimu. Kau terlalu jauh dan tak bisa ku jangkau. Aku hanya bisa memandangmu, berharap apapun yang terbaik untukmu sekalipun itu tak ada aku di dalam kisahmu.

Berawal dari sebuah pertengkaran kecil saat kita masih sangat kecil, saat di mana tak seorang pun dari kita berdua tahu apa itu cinta. Di saat itulah semuanya bermula.

Tapi, apakah kau tahu? Semua hal yang pernah kita lalui bersama, memberi dampak yang benar-benar berarti besar buatku. Entah kapan aku mulai menyadarinya, tapi perasaan itu terus tumbuh seiring perjalanan hidupku.

Hubungan kita tak bisa di bilang baik, bahkan tiap waktu yang bergulir, kita semakin tak ada harapan untuk bisa dekat sekalipun. Tapi, aku mencintaimu. Tanpa mengharapkan apa-apa. Aku mencintaimu tanpa berdasar dari alasan apapun. Aku hanya ingin mencintaimu.

Jujur, aku pun sempat berharap bahwa suatu hari nanti, kau bisa mengetahui perasaanku, bisa menyadari bahwa ada wanita yang begitu dalam mencintaimu. Wanita yang tak pernah bosan memandangi punggungmu, wanita yang terus menatap wajahmu dari kejauhan hanya untuk mencuri sedikit senyummu.

Advertisement

Tapi, saat ini aku sadar dan semakin sadar. Yang bisa ku lakukan hanya mencintaimu. Aku bukannya egois karena tak ingin menyampaikan perasaan ini padamu, tapi aku tahu kau tak akan pernah menerima perasaanku ini, karena untuk berada di dekatku saja, kau takpernah mau melakukannya. Jadi, aku dengan tahu diri akan menjauh darimu.

Hanya saja, jangan paksa aku untuk berhenti mencintaimu, sekalipun itu mengganggumu, izinkan aku melakukannya. Hanya ini permintaanku. Biar aku yang menyimpannya sendiri, biar aku yang memendamnya sendiri, dan biarkan aku yang merasakannya sendiri.

Kau hanya perlu melanjutkan hidupmu, dan aku pun seperti itu. Kau yang tak akan pernah menganggapku, dan aku yang akan terus mencintaimu.

Sekalipun jangan pernah berpikir untuk merasa bersalah, karena mencintaimu adalah pilihanku, dan aku tak meminta kau untuk menerimanya.