Pagi ini pagi paling hebat dari serangkaian pagi yang pernah aku jalani di tempat ini. Bagaimana satu kenyataan telak tepat mendarat di ulu hatiku. Hingga pada akhirnya, aku menyadari satu hal. Semua perencana tak akan pernah mendapatkan tamparan, pelaku yang akan terhantam paling keras.

Aku menyadari nya. Bahkan harusnya jauh sebelum ini aku harus menyadari nya. Tingkah beberapa orang, tapi ketika hanya satu wajah yang tampak dan itu wajah ku, pada akhirnya aku tetuduh. Yang pada akhirnya aku pelaku. Yang lain diam, yang lain menampilkan wajah paling lugu yang di punyainya.

Pertemanan di tempat ini, pertemanan penuh topeng, pertemanan kamuflase. Panggung sandiwara paling hebat dari segala bagian kehidupan. Semua yang ada, mereka pemeran paling jenius dari aktor maupun aktris di televisi sana. Bahkan mungkin, orang terdekat yang kau kira baik, ternyata sutradara paling handal dan paling canggih yang mampu membuat cerita paling indah yang membunuhmu.

Bila kau mengikuti alur ceritanya, kau akan di angkat menjadi manusia paling di elu-elukan. Di buat nya melayang sampai langit ketujuh. Tapi juga yang akan di buat nya terkubur hingga di lapisan paling bawa perut bumi.

Aku menutup semua lubang yang mungkin akan menjatuhkan aku di dalamnya. Tak mau sampai jatuh pada lubang yang ku buat sendiri. Hingga bodohnya aku tak pernah menyadari ada orang lain, orang terdekat yang juga memelukku yang sudah menyediakan satu lubang paling indah untuk ku jatuh dan terkubur penuh kesakitan. Menyakitkan mengetahuinya.

Advertisement

Tapi mereka semua lupa, bahwa setiap manusia di lahirkan dengan kekuatan – kekuatan sendiri yang datang dari setiap sakit yang diderita ibu mereka. Mereka lupa bahwa setiap manusia tumbuh dan hidup dengan percikan luka yang menguatkan setiap langkahnya. Sakit itu melekat dalam tubuhnya menjadi perisai paling ampuh guna menghalau sakit lainnya yang akan datang untuk menghancurkannya.

Kali ini, detik ini. Aku takkan melangkah kemanapun. Diam mungkin menjadi pilihan terbaik, menyelesaikan segala yang sudah menjadi tugas ku. Tak peduli dengan segala tingkah yang akan mereka buat untukmu atau untuk yang lainnya.

Kali ini mari kita buat segalanya menjadi sesederhana diam. Tak peduli siapa yang akan menjadi perencana dan pelaku selanjutnya. Tak peduli separah apa luka yang akan terjadi. Aku yang akan keluar dari segala permainan indah yang memiluhkan ini.