Setiap orang memiliki kenangan yang berkesan dalam hidupnya. Dari sekian banyak hal yang telah di lewati, ada beberapa kenangan yang sepertinya sulit untuk di lupakan. Meskipun pada kenyataannya, otak kita tidak diciptakan untuk melupakan suatu hal, melainkan hanya menyimpan kenangan tersebut secara rapat.

Kita menyadari, bahwa kenangan mampu membawa kita ke dimensi masa lampau ketika mengingatnya. Ada kenangan yang menguatkan dan juga melemahkan diri kita. Kenangan yang indah membuat nurani seakan ingin kembali kepada masa itu. Masa dimana segala keindahan dan kebahagiaan, euforia dan canda tawa bersama orang tercinta, terkemas lengkap dengan sempurna. Namun, ketika kenangan buruk kembali teringat, rasa pilu dan sendu, tangisan dan jeritan, seakan mengoyak kembali jiwa dan pikiran, lalu melemahkan setiap syaraf-syaraf dalam tubuh.

Waktu memberikan banyak penawaran dalam hidup. Waktu membebaskan kita untuk melakukan apapun yang kita inginkan. Entah hal tersebut baik ataupun buruk, Waktu tidak akan mau tau tentang hal itu. Ia hanya meyediakan kesempatan, namun tidak ada kata "pengulangan waktu" untuk kedua kalinya. Waktu terlihat santai ketika detik demi detik berdentang dengan asyiknya. Namun di balik itu semua, ada sebuah ketegasan yang tidak dapat di ganggu gugat dan tidak dapat di ubah oleh siapapun; Waktu tidak dapat di putar kembali.

Itu sebabnya, pergunakanlah waktu yang kita punya dengan sebaik-baiknya. Karena Waktu tidak akan memberikan "kesempatan kedua"

Bicara tentang Kesempatan Kedua, banyak orang yang beranggapan, ketika kita mendapatkan sebuah Kesempatan berharga untuk yang kedua kalinya, makan hal tersebut di sebut Keberuntungan. Tapi menurut kalian, apakah kalian percaya dengan adanya sebuah keberuntungan?

Advertisement

Saya pribadi, saya tidak percaya dengan sebuah Keberuntungan.

Tuhan memang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada umatnya. Tapi coba kita pahami lebih dalam lagi. Orang-orang yang beranggapan bahwa dirinya mendapat sebuah Keberuntungan, itu bukanlah satu hal yang didapat dengan tidak sengaja. Dalam hidup, Tuhan tidak mungkin memberikan kesengsaraan dan kepedihan hidup terus menerus kepada umatnya. Keberuntungan yang di dapatkan oleh seseorang, merupakan jatah kebahagiaan dari sang Maha Kuasa. Namun ketika mendapatkan "Keberuntungan" tersebut, waktu dan kondisi nya tidak dapat kita duga sebelumnya. Itu sebabnya, mengapa sebagian dari kita menyebutnya dengan istilah Hoki atau Bejo.

Keberuntungan bisa di peroleh dari hasil kerja keras kita selama ini. Kita berusaha keras untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang membuat hidup kita menjadi penuh arti. Ketika orang lain tertidur, kita tetap terjaga dan terus berusaha mencapai hal tersebut, walaupun membutuhkan proses yang tidak sedikit memakan Waktu. Tapi pada akhirnya? Cepat atau lambat, Tuhan akan memberikan hal yang kita inginkan, sebagai sebuah jawaban, bahwa Kebahagiaan yang di impikan merupakan hasil kerja keras kita selama ini. Tuhan tidak akan memberikan "keberuntungan" pada orang-orang yang hanya tidur dan bermalas-malasan saja, sedangkan yang berusaha sekuat tenaga di abaikan begitu saja. Tuhan tidak selalai itu dalam memberikan suatu hal pada Umatnya.

Apapun yang kita lakukan, pasti akan menghasilkan sesuatu. Karena pada dasarnya, Proses tidak akan mengkhianati hasil. Percayalah.

Mungkin terdengar klise. Tapi bagi kalian yang sudah melakukan banyak hal untuk mencapai apa yang kalian impikan, namun belum menunjukan hasil, tetaplah berusaha. Saya tau rasanya, mudah untuk mengatakan, namun sulit untuk di lakukan. Tapi tahukah kalian? Tuhan tidak pernah tidur. Ia selalu melihat apapun yang kita lakukan. Bahkan hal kecil sekalipun. "Keberuntungan" sebenarnya sudah kita dapatkan, namun ini adalah tugas kalian untuk menemukan kunci-kunci pembuka keberuntungan tersebut.